Keluarga Ikhlas, Pencarian Aktif Korban Terseret Banjir Bandang Lunyuk Sumbawa Dihentikan

3 menit membaca
Sahril
Headline News, PERISTIWA - 19 Des 2025

Sumbawa, Nuansantb.id – Upaya pencarian intensif terhadap Riski (29), warga Lombok Barat yang hilang terseret banjir bandang Sungai Brang Beh, Desa Lunyuk, Sumbawa resmi dihentikan pada hari keenam, Jumat (19/12/2025).

Keputusan ini diambil menyusul kondisi cuaca ekstrem dan setelah keluarga korban secara resmi menyatakan keikhlasan atas musibah tersebut.

Operasi SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan unsur masyarakat, terpaksa menghentikan penyisiran aktif pada pukul 15.45 WITA akibat hujan deras yang meningkatkan debit dan arus sungai, membahayakan keselamatan tim.

Meski pencarian aktif dihentikan, proses tidak berakhir sepenuhnya. Danpos Basarnas Sumbawa, Firdaus, menjelaskan peralihan strategi ini. “Pada hari keenam ini, penyisiran aktif dihentikan. Namun bukan berarti pencarian dihentikan sepenuhnya. Metode selanjutnya adalah pemantauan. Apabila ada perkembangan atau informasi baru, tim SAR akan kembali turun untuk melakukan evakuasi,” jelas Firdaus di lokasi kejadian.

Ia menambahkan bahwa masa tanggap darurat tetap ditetapkan selama tujuh hari. Mulai hari berikutnya, tim akan berfokus pada pemantauan situasi dan menunggu laporan dari masyarakat.

Dukungan dan kewaspadaan masyarakat menjadi ujung tombak dalam fase pemantauan ini. Dr. Rusdianto Ar, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa, yang mewakili Kepala Pelaksana Muhammad Nurhidayat, ST, menyampaikan imbauan resmi.

“Kami mengimbau masyarakat apabila melihat atau mendapati tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan saudara Riski, agar segera melaporkannya kepada pemerintah desa masing-masing,” ujar Rusdianto. Imbauan ini telah disosialisasikan langsung ke tujuh desa di Kecamatan Lunyuk dan melalui pengeras suara di masjid-masjid.

Keputusan menghentikan pencarian aktif diambil setelah evaluasi bersama yang dihadiri perwakilan keluarga. Firdaus menyatakan bahwa keluarga telah menerima kenyataan dengan ikhlas. “Pihak keluarga telah menyatakan keikhlasan atas musibah yang terjadi. Hal itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh empat perwakilan keluarga,” ungkapnya.

Surat pernyataan keikhlasan keluarga ini menjadi pertimbangan kunci, di samping faktor keamanan dan cuaca, untuk mengubah metode operasi dari pencarian aktif menjadi pemantauan pasif.

Sejak pagi hari Jumat, tim gabungan telah menyisir wilayah mulai dari muara Sungai Brang Beh hingga sepanjang bibir pantai. Mereka juga aktif menyebarkan informasi kepada para petani dan nelayan setempat. Setelah menyisir pantai, tim kembali bergeser ke “titik nol”, lokasi awal korban dilaporkan hilang, sebelum akhirnya cuaca memaksa penghentian operasi.

Penghentian sementara ini mencerminkan prinsip utama dalam operasi SAR: keselamatan petugas adalah prioritas yang tidak dapat dikompromikan. Meski berakhir dengan keputusan yang berat, upaya selama enam hari ini menunjukkan mobilisasi sumber daya dan solidaritas yang cepat dari berbagai instansi dan komunitas lokal.

Masyarakat diharapkan tetap waspada dan segera melaporkan setiap temuan yang mencurigakan kepada otoritas desa setempat.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez