Jadi Inspektur HAB ke-80, Wabup Ansori: Kemenag Pilar Kerukunan dan Pencerahan di Era Digital

3 menit membaca
Sahril

Sumbawa, Nuansantb.id– Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI di Kabupaten Sumbawa menjadi momentum penegasan pentingnya peran Kementerian Agama sebagai perekat persatuan bangsa di tengah keberagaman.

Upacara yang digelar di halaman Kantor Kementerian Agama Sumbawa, Sabtu (03/01/2026) tersebut dihadiri secara khidmat oleh jajaran ASN Kemenag, pimpinan pondok pesantren, kepala madrasah, serta perwakilan tokoh lintas agama.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat Menteri Agama RI, H. Nasaruddin Umar. Dalam kesempatan itu, Wabup Ansori menegaskan bahwa selama 80 tahun, Kemenag telah menjadi fondasi vital dalam menjaga kehidupan beragama yang rukun dan harmonis.

“Kerukunan bukanlah sekadar tidak adanya konflik, melainkan energi kolektif yang mendorong kemajuan nasional. Dalam keberagaman ini, justru kita memiliki modal besar untuk membangun Indonesia yang lebih maju,” ujar Wabup Ansori, menyampaikan pesan Menag.

Dalam wawancara usai upacara, Wabup Ansori menekankan bahwa tema HAB tahun ini, “Umat Rukun Menuju Indonesia Maju”, sangat relevan dengan kondisi Sumbawa dan Indonesia secara keseluruhan. Menurutnya, kerukunan yang terbangun harus menjadi kekuatan produktif.

Transformasi Layanan dan Tantangan Digital

Wabup Ansori menyoroti komitmen Kemenag dalam melakukan transformasi digital guna mendekatkan layanan keagamaan kepada masyarakat. “Transformasi ini memungkinkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Ini adalah bentuk adaptasi terhadap tuntutan zaman,” jelasnya.

Namun, di sisi lain, ia mengingatkan tantangan era digital, terutama marutnya informasi yang berpotensi memecah belah. “ASN Kemenag harus menjadi agen pencerahan, menyajikan konten keagamaan yang moderat, mendidik, dan mempersatukan. Kita harus meneladani semangat keilmuan peradaban Islam masa lalu yang mengintegrasikan agama dengan ilmu pengetahuan,” pesan Haji Ansori, mengutip ajakan Menag.

Peran Strategis: Pendidikan, Moderasi, dan Pemberdayaan Ekonomi

Wakil Bupati juga mengapresiasi peran strategis Kemenag dalam tiga pilar utama: peningkatan kualitas pendidikan madrasah, penguatan moderasi beragama, dan pemberdayaan ekonomi umat.

“Pesantren dan lembaga keagamaan tidak hanya menjadi sentra pendidikan, tetapi juga penggerak ekonomi kerakyatan. Pemberdayaan di sektor ini langsung menyentuh akar rumput dan mendorong kemandirian masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan standar pendidikan madrasah terus dilakukan agar setara bahkan unggul dibandingkan standar nasional, sehingga mampu melahirkan generasi yang kompetitif dan berakhlak mulia.

Kehadiran Ketua MUI, Baznas, FKUB, serta perwakilan lintas agama dalam upacara tersebut, kata Ansori, menunjukkan komitmen bersama untuk merawat kerukunan. “Pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan Kemenag dan seluruh elemen masyarakat. Kerukunan adalah prasyarat mutlak untuk pembangunan di segala bidang,” tegasnya.

Upacara yang diikuti oleh para kepala MA, MTsN, MTs se-Kabupaten Sumbawa, serta keluarga besar Kemenag itu ditutup dengan doa bersama. Doa dipanjatkan sebagai wujud syukur dan harapan agar kerukunan umat beragama senantiasa menjadi napas kehidupan berbangsa dan bernegara.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez