
Sumbawa, Nuansantb.id – Hari pertama tahun 2026 menjadi tonggak sejarah bagi masyarakat pegunungan selatan Kabupaten Sumbawa. Proyek strategis Jalan Batudulang–Tepal, yang dinanti puluhan tahun, secara resmi dimulai dengan sosialisasi di Aula Kantor Desa Batudulang pada Kamis 2026 kemarin.
Proyek ini merupakan bagian dari Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD), di mana Sumbawa menjadi satu-satunya kabupaten di NTB yang menerima alokasi dana nasional sebesar Rp2,8 triliun.
Pada tahap awal, kontrak senilai Rp91,7 miliar telah diteken untuk membangun ruas sepanjang 8,1 kilometer. Proyek ini merupakan lanjutan dari pembangunan sebelumnya, dan menjadi bagian dari mega-proyek konektivitas wilayah selatan Sumbawa sepanjang 93 kilometer dengan proyeksi anggaran mencapai Rp385 miliar.
Sosialisasi dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan: empat kepala desa terdampak, perwakilan Balai Jalan Nasional, PT Metro Lestari sebagai kontraktor, konsultan pengawas, serta puluhan warga yang akan merasakan dampak langsung pembukaan akses tersebut.
“Ini adalah buah dari perjuangan dan lobi tanpa henti hingga ke tingkat pusat. Masyarakat di sini belum sepenuhnya merdeka karena terkungkung isolasi jalan. Kini, harapan itu mulai terwujud,” tegas Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, Ahad (05/01/2026).
Bupati mengakui, mustahil membangun jalan sepanjang ini hanya dengan APBD. Karena itu, ia meminta masyarakat menjadi pelindung proyek dari gangguan apa pun. “Masyarakat harus jadi penjaga terdepan. Jika proyek ini terganggu, yang rugi adalah kita sendiri,” pesannya.
Sementara Asisten Perekonomian Sekda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kartawijaya, menambahkan, jalan ini dirancang sebagai tulang punggung pengembangan ekonomi berbasis agrowisata dan pertanian di wilayah pegunungan. Camat Batulanteh, Adiman, memastikan kesiapan sosial masyarakat telah terbangun melalui koordinasi intensif antar-desa.
Dengan dimulainya proyek yang ditargetkan rampung 16 November 2026 ini, pemerintah daerah berharap isolasi wilayah selatan Sumbawa segera berakhir, membuka akses pasar, meningkatkan nilai ekonomi hasil bumi, dan mewujudkan kawasan agrowisata yang berdaya saing.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar