
SUMBAWA, Nuansantb.id– Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) secara resmi mengakhiri masa sulit mahasiswanya yang “hidup berdesakan” di perantauan. Gedung Asrama Mahasiswa Putra-Putri Kaltara yang megah akhirnya diresmikan di Desa Nijang, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (17/01/2026).
Peresmian yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan martabat mahasiswa perantau. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dari kedua belah pihak, civitas akademika, tokoh masyarakat, dan tentunya para mahasiswa Kaltara yang akan merasakan langsung manfaatnya.
Dari Kamar “Sekam” ke Asrama Layak
Dalam sambutannya yang penuh emosi, Gubernur Zainal mengungkap alasan mendasar pembangunan asrama ini: keprihatinan mendalam.
“Saya pernah menyaksikan langsung anak-anak kita di Sumbawa harus bertahan di kos-kosan sempit, satu kamar dihuni 6-7 orang. Itu mirip hidup berdesakan di tumpukan sekam. Kondisi itu tidak pantas untuk calon pemimpin masa depan,” ungkapnya.
Asrama yang dibangun dengan anggaran mencapai Rp18 miliar ini hadir sebagai solusi. Berdiri di lahan 2.299 m², bangunan seluas 1.250 m² ini terdiri dari 28 kamar (15 putra, 13 putri) yang bisa menampung hingga 112 mahasiswa. Fasilitas pendukung seperti kantin, ruang makan, dan dapur bersama tersedia untuk menunjang kenyamanan.
Lebih dari Sekadar Bangunan: Rumah, Harapan, dan Komitmen Hijau
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menegaskan bahwa kehadiran asrama ini membawa makna yang lebih dalam.
“Ini bukan cuma soal batu dan semen. Ini tentang menghadirkan rumah, harapan, dan rasa aman untuk adik-adik kita dari Kaltara,” tegasnya.
Komitmen Pemkab Sumbawa tidak berhenti di peresmian. Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan, mereka memberikan bantuan bibit pohon durian dan alpukat untuk penghijauan lingkungan asrama. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan asri sekaligus menanamkan kesadaran ekologis pada para mahasiswa.
Ruang Pembentuk Karakter dan Solidaritas
Gubernur Zainal berpesan agar asrama ini dimanfaatkan maksimal dan dirawat sebagai rumah bersama.
“Asrama ini harus menjadi laboratorium karakter. Tempat kalian menempa kedisiplinan, membangun solidaritas, dan mempersiapkan diri sebagai generasi unggul untuk membangun Kaltara ke depan,” pesannya di hadapan mahasiswa.
Peresmian asrama ini menjadi simbol nyata sinergi antardaerah yang dibangun atas dasar persaudaraan dan kepedulian terhadap masa depan bangsa. Keberadaan fasilitas ini diharapkan menjadi titik awal yang kuat bagi lahirnya SDM Kaltara yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kokoh dan penuh rasa tanggung jawab.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar