Stunting Melonjak, Sumbawa Perkuat Program Quick Wins untuk Selamatkan 16.299 Keluarga

2 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 28 Jan 2026

SUMBAWA, Nuansantb.id – Kabupaten Sumbawa menghadapi tantangan serius dalam penanganan stunting. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2025, prevalensi stunting di wilayah ini tercatat 29,8 persen, mengalami kenaikan 5,2 persen dari periode sebelumnya. Angka ini menjadi lampu merah untuk segera melakukan aksi konkret, dengan target penurunan hingga 21,7 persen pada tahun 2026.

Sebagai langkah strategis, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Sumbawa akan memfokuskan intervensi pada 16.299 keluarga yang teridentifikasi berisiko stunting. Keluarga dengan ibu hamil, menyusui, balita, hingga calon pengantin masuk dalam kategori prioritas ini.

“Keluarga berisiko stunting ini akan kita berikan atensi khusus karena berpeluang menjadi penyumbang tersebarnya kasus stunting. Pencegahan di tingkat keluarga kunci utamanya,” tegas Kepala DP2KBP3A Sumbawa, Junaedi, dalam keterangannya kepada media, Rabu (28/01/2026).

Junaedi memaparkan dampak jangka panjang stunting yang mengkhawatirkan. Selain gangguan pertumbuhan fisik, stunting menyebabkan gangguan pertumbuhan otak yang berimbas pada menurunnya kemampuan kognitif, belajar, dan konsentrasi anak.

“Akibatnya, prestasi akademik rendah dan saat dewasa berpotensi memiliki produktivitas kerja yang lebih rendah. Jika dibiarkan, Sumbawa akan kesulitan mencetak generasi unggul dan inovatif yang dibutuhkan untuk menuju Generasi Emas 2045,” ungkapnya prihatin.

Tak hanya itu, stunting juga berkorelasi dengan siklus kemiskinan dan beban kesehatan. Anak stunting berisiko lebih tinggi terkena penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi di masa dewasa, yang pada gilirannya meningkatkan beban biaya kesehatan keluarga dan daerah.

Untuk mempercepat penurunan angka stunting, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggencarkan Program Quick Wins sebagai bagian dari aksi konvergensi penanganan stunting. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa agar mandiri dalam meningkatkan kualitas kesehatan, gizi, dan kesejahteraan keluarganya.

“Program Quick Wins adalah langkah strategis kami. Namun, keberhasilannya mutlak membutuhkan kerjasama semua pihak, dari pemerintah hingga masyarakat secara langsung,” pungkas Junaedi, menekankan pentingnya kolaborasi untuk memutus mata rantai stunting di Sumbawa.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez