
Sumbawa, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa bersama Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) mengukuhkan komitmen mengatasi tantangan air dan perubahan iklim melalui Rapat Koordinasi Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (PSDAT), Selasa (26/01/2026) di Hotel Kaloka.
Pertemuan ini menjadi titik tolak implementasi program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan) yang berfokus pada penguatan ketahanan iklim dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara inklusif dan berkelanjutan.
Forum PSDAT yang telah diinisiasi sejak 2022 ini difungsikan sebagai wadah strategis untuk menyelaraskan program lintas pemangku kepentingan, baik pemerintah, LSM, akademisi, maupun masyarakat, guna menjaga keberlanjutan sumber daya air di Bumi Tau Tana Samawa.
Selaraskan dengan Visi Sumbawa Hijau Lestari
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Lalu Sudarmaji Kertawija ST., MT, Bupati Sumbawa menyambut baik sinergi ini.
Ia menegaskan bahwa inisiatif PSDAT dan Program CERAH sejalan dengan visi pembangunan daerah.“Forum ini sangat strategis dan selaras dengan program Sumbawa Hijau Lestari. Komitmen perbaikan lingkungan harus berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan segera melaksanakan safari penanaman pohon di tiga zona,” tegas Asisten II mewakili Bupati.
Tiga Pilar Utama Pendampingan di 22 Desa
Koordinator Plan Indonesia, Abdurrahman, memaparkan peta jalan program CERAH yang akan berfokus pada tiga pilar capaian utama di 22 desa sasaran, dari hulu hingga hilir:
Pengelolaan DAS Berbasis Masyarakat: Meliputi pendampingan agroforestri di wilayah hulu-tengah dan penerapan Climate Smart Agriculture (Pertanian Cerdas Iklim) di hilir.
Penguatan Kebijakan dan Anggaran: Melalui penyusunan studi kebijakan DAS, analisis peran swasta, dan advokasi rekomendasi untuk mendukung perencanaan yang adaptif iklim.
Ketahanan Iklim yang Inklusif: Dengan memperkuat kapasitas dan melibatkan kelompok rentan—seperti perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas—dalam aksi adaptasi perubahan iklim.
Perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumbawa, Yuni Ilmiati Kurnia S.STP M.Si, menyatakan bahwa program akan didorong hingga tingkat tapak. “Implementasinya akan inklusif di desa dan kelurahan, dengan menguatkan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan mengintegrasikan sosialisasi mitigasi iklim bahkan melalui layanan Posyandu,” jelasnya.
Rakor yang dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, camat, serta perwakilan akademisi dari UTS, UNSA, dan Samawa Center ini diharapkan mampu menghasilkan rencana aksi konkret.
Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci untuk menjawab ancaman perubahan iklim dan menjamin ketersediaan air bersih bagi generasi mendatang di Sumbawa.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar