
SUMBAWA, Nuansantb.id – Anggota DPRD Sumbawa Fraksi PAN, Ida Rahayu, S.Ap, kembali menunjukkan konsistensinya sebagai wakil rakyat. Di hari kedua masa reses perdana masa sidang I tahun 2026, politisi yang akrab disapa Bunda Ida itu menyambangi Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Rabu (11/02/2026).
Kedatangannya bukan sekadar formalitas seremonial. Di tengah cuaca yang mendung disertai rintik hujan yang mengguyur wilayah pesisir, Bunda Ida duduk melingkar bersama puluhan ibu-ibu, pelaku UMKM, dan pengurus majelis taklim. Suasana hangat dan penuh keakraban langsung terasa saat Srikandi empat periode ini mulai membuka dialog.
Antusiasme warga Karang Dima tak kalah meriah dibandingkan saat reses di Desa Nijang sehari sebelumnya. Bagi mereka, Bunda Ida bukanlah wajah asing. Selama empat periode menjabat, namanya sudah lekat dengan berbagai program bantuan yang menyentuh akar rumput.
“Kami sangat senang Bunda Ida kembali turun. Beliau bukan hanya mendengar, tapi benar-benar memahami kebutuhan kami,” ujar salah satu pelaku UMKM setempat.
Dalam dialog tersebut, warga menyuarakan sejumlah harapan. Mereka meminta agar program-program reses tahun sebelumnya yang dinilai sukses dapat kembali direalisasikan di tahun 2026.
Aspirasi yang mengemuka antara lain bantuan permodalan untuk UMKM, dana bakulan bagi ibu-ibu rumah tangga, bantuan perlengkapan alat catering untuk kelompok usaha, serta bantuan rutin untuk Majelis Taklim.
“Kami butuh suntikan modal. Alat catering kami sudah banyak yang rusak, padahal permintaan pasar terus ada. Kami mohon Bunda Ida bisa memperjuangkan lagi,” timpal perwakilan kelompok catering Desa Karang Dima.
Mendengar langsung keluhan dan harapan konstituennya, Bunda Ida merespons dengan penuh optimisme. Dengan nada lembut namun tegas, ia menyatakan komitmennya untuk kembali memperjuangkan aspirasi tersebut di tingkat parlemen.
“In Shaa Allah, saya tidak akan pernah lelah. Setiap aspirasi yang disampaikan ibu-ibu sekalian adalah prioritas yang wajib saya kawal hingga tembus ke eksekutif. Ekonomi rakyat adalah nadi pembangunan. Kalau ibu-ibu kuat, maka desa pun akan kuat,” ungkap Bunda Ida disambut tepuk tangan hangat warga.
Lebih lanjut, legislator PAN ini menegaskan bahwa keberpihakan terhadap sektor informal dan usaha mikro adalah agenda politik yang harus terus disuarakan. Ia tak ingin program bantuan ekonomi hanya menjadi proyek musiman tanpa keberlanjutan.
“Reses bukan ajang bagi-bagi janji. Ini ruang bertanggung jawab. Saya akan pastikan kebutuhan ekonomi yang mendesak ini terus saya gaungkan di gedung DPRD hingga ada kepastian realisasi,” tegasnya.
Reses kali ini memang menjadi momen strategis. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini adalah cermin kedekatan emosional antara wakil rakyat dan masyarakat.
Di usianya yang keempat periode menjabat, Bunda Ida tetap memilih turun langsung ke desa-desa, membaur di tengah ibu-ibu pasar, dan mendengar detail persoalan warganya seperti seorang ibu mendengar keluh kesah anak-anaknya.
Desa Karang Dima sendiri merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Labuhan Badas dengan potensi ekonomi kelautan dan rumahan, namun kerap terkendala akses permodalan. Kehadiran program berbasis pemberdayaan perempuan seperti bantuan alat catering dan dana bakulan dinilai sangat strategis untuk memutus rantai kemiskinan dari sektor hilir.
Hingga reses usai, wajah-wajah sumringah warga Karang Dima masih terlihat. Mereka tak hanya pulang dengan catatan aspirasi yang diterima, tetapi juga kepercayaan bahwa wakilnya benar-benar berada di pihak mereka. Bagi Bunda Ida, reses bukan akhir dari perjuangan. Justru, ini adalah awal dari pekerjaan rumah yang harus diperjuangkan hingga kursi parlemen.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar