Kelangkaan Gas hingga Sapi Liar Jadi Sorotan dalam Reses Perdana Sandi, S.Pd., MM

3 menit membaca
Sahril
Headline News, POLITIK - 11 Feb 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Suasana malam di RT 03, RW 06, Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, berubah menjadi ruang demokrasi yang hidup.

Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Sandi, S.Pd., MM., menghelat reses perdana tahun 2026 pada Selasa (10/02/2026) malam, menyapa langsung konstituen di tengah hingar-bingar isu kebutuhan pokok dan kebersihan lingkungan.

Politisi Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia yang membidangi urusan di Komisi IV ini menegaskan, kegiatan reses bukan sekadar formalitas. “Ini adalah amanat undang-undang dan panggilan nurani sebagai wakil rakyat. Tugas kami menyerap aspirasi secara langsung untuk kemudian diperjuangkan di Paripurna DPRD, dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah,” papar Sandi di hadapan warga.

Ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum Partai Gelora agar setiap kader selalu berada di barisan terdepan memperjuangkan hak masyarakat. “Prinsipnya, kita harus hadir, mendengar, dan berjuang menyuarakan apa yang menjadi kebutuhan warga,” tegasnya.

Pada reses perdana ini, sejumlah persoalan mendesak mencuat ke permukaan. Isu utama yang mengemuka adalah kelangkaan dan mahalnya harga Gas LPG 3 kg yang masih menyulitkan ibu-ibu rumah tangga.

Selain itu, persoalan sampah yang tak kunjung usai mendapat sorotan tajam. Warga mengeluhkan tidak adanya Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang memadai, sehingga sampah sering dibuang ke sungai atau menumpuk di pinggir jalan.

“Kalau ditaruh di depan rumah di pinggir jalan, ada juga yang keberatan. Baunya mengganggu dan sering berserakan diterbangkan angin atau dibongkar anjing liar,” keluh seorang warga, menggambarkan dilema sehari-hari.

Persoalan klasik lain yang kembali diangkat adalah ternak sapi warga yang masih sering berkeliaran bebas di lingkungan permukiman, menimbulkan kekhawatiran akan kebersihan dan keselamatan.

Tidak hanya masalah, warga juga menyampaikan aspirasi positif berupa permintaan dukungan beasiswa pendidikan, pendampingan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), bantuan Terop untuk kegiatan keagamaan, serta bantuan kursi dan peralatan dapur umum (perlengkapan prasmanan) untuk kegiatan sosial.

Menanggapi setiap keluhan dan harapan tersebut, Sandi menunjukkan komitmennya. Dengan seksama, ia dan tim mencatat semua aspirasi yang disampaikan.

“Semua suara dari warga Brang Biji, khususnya RT 03 RW 06 ini, telah kami catat dengan baik. Ini akan menjadi bahan kami untuk memperjuangkannya dalam forum Paripurna DPRD dan melalui koordinasi intensif dengan dinas-dinas terkait,” janjinya.

Dengan penuh keyakinan, Sandi menutup pertemuan tersebut. “In Shaa Allah, dengan segenap kemampuan dan amanah yang diberikan rakyat kepada kami di DPRD, setiap aspirasi ini akan kami upayakan perjuangannya secara maksimal dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Kegiatan reses perdana ini menjadi penanda dimulainya periode penyerapan aspirasi intensif oleh dewan. Kehadiran Sandi di Brang Biji tidak hanya memenuhi kewajiban legislatif, tetapi juga diharapkan mampu menjadi jembatan efektif antara harapan warga dan kebijakan daerah, menjawab tantangan dari hal mendasar seperti gas dan sampah, hingga program pemberdayaan masyarakat.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez