Perkuat Keberadaan Pondok Pesantren, Wabup Ansori Serap Aspirasi Pimpinan Ponpes

4 menit membaca
Sahril

Sumbawa, Nuansantb.id– Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan silaturahmi antara Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKSPP) Kabupaten Sumbawa dengan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori.

Bertempat di kediaman dinas Wakil Bupati, Pendopo II, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Selasa (17/03/2026) malam, puluhan Kyai, ulama, serta para ustadz dan ustadzah pengurus pondok pesantren se-Kabupaten Sumbawa tampak antusias menghadiri undangan tersebut.

Pertemuan yang berlangsung santai namun sarat makna ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. Lebih dari itu, forum ini menjadi wadah dialog konstruktif antara pemerintah daerah dan para tokoh agama yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pembinaan moral dan pendidikan generasi muda.

Membuka diskusi, Wakil Bupati Ansori yang akrab disapa Wabup Ansori menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas kehadiran para alim ulama. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan dan keluangan waktu para Kyai, Ulama, ustadz/ustadzah pengurus dan pengajar Ponpes yang berkesempatan hadir di sini,” ujarnya dengan nada rendah hati.

Wabup Ansori menegaskan bahwa pertemuan ini memiliki arti strategis bagi pembangunan daerah ke depan. “Bukan sekedar seremonial, tetapi kita ingin lahir ide-ide segar. Bagaimana Sumbawa ke depan, bagaimana pondok pesantren kita di Sumbawa semakin baik dan maju. Kami ingin Pesantren kita lebih baik, maka ide, saran dari para Kyai, ulama, ustadz, ustadzah sangat kami harapkan untuk Pemerintah Jarot-Ansori,” ungkapnya penuh harap.

Di hadapan para tokoh agama, orang nomor dua di Sumbawa ini dengan terbuka memaparkan berbagai pekerjaan rumah (PR) pemerintahan yang masih harus diselesaikan. Ia menyebutkan bahwa infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus utama. “Jalan kita di dalam kota saja masih belum bagus dan ini merupakan PR kita 5 tahun ke depan. Jangankan di wilayah kecamatan dan desa-desa, di dalam kota saja kondisinya masih butuh perjuangan agar bisa 80 persen menjadi jalan mantap,” bebernya.

Tak hanya infrastruktur, sektor pendidikan juga menjadi perhatian serius. “Masih banyak sekolah-sekolah di desa yang butuh perbaikan, terutama ponpes kita. Saya terus terang selalu memikirkan hal ini. Kritikan di media sosial juga selalu kami pantau dan menjadi bahan evaluasi untuk lebih baik lagi,” tambah Wabup Ansori.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, Wabup Ansori pun memohon dukungan spiritual. “Kami berharap dan memohon Doa para Ulama, Umaro agar apa yang menjadi niat Jarot-Ansori untuk memperjuangkan amanah rakyat ini dapat terlaksana hingga masa jabatan kami berakhir. Semua demi kesejahteraan masyarakat Sumbawa,” pintanya.

Tidak hanya berbicara tentang program daerah, Wabup Ansori juga mengajak seluruh elemen pesantren untuk turut menyukseskan program prioritas nasional. “Kita dukung bersama program Presiden seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP). Peran pesantren sangat strategis dalam hal ini,” ajaknya.

Menyambut ajakan dan pemaparan tersebut, perwakilan pengurus FKSPP menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh. Mereka menegaskan komitmen untuk mendukung langkah-langkah pemerintah Jarot-Ansori. “Kami In Shaa Allah mendukung penuh langkah-langkah Jarot-Ansori beserta program pro rakyatnya. Jarot-Ansori 2 Prioritas Sumbawa ini baru akan kelihatan hasilnya sebagaimana yang diharapkan,” ujar salah satu perwakilan ulama.

Dalam kesempatan itu, para pengurus pesantren menyampaikan sejumlah aspirasi konkret. Mereka berharap agar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumbawa, dialokasikan anggaran khusus untuk pondok pesantren. “Di Sumbawa ini rata-rata Pondok Pesantren masih membutuhkan bantuan pemerintah. Belum ada Pondok yang kaya, masih di bawah menengah. Namun kami para pengurus Pondok In Shaa Allah mendukung Program Pemerintah,” ungkap mereka.

Para ulama juga mengapresiasi program pemerintah di bidang peternakan dan pertanian. “Mungkin program-program ini dapat berkolaborasi dengan Pondok Pesantren, sehingga pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama tetapi juga bisa menjadi contoh dalam kemandirian pangan dan ekonomi,” harapnya.

Selain itu, mereka juga menyoroti pentingnya kesejahteraan para tenaga pendidik. “Jangan hanya berfokus ke makan untuk anak-anak saja, tetapi harus juga memperhatikan kesejahteraan para Guru,” pesan mereka. Tak ketinggalan, diusulkan pula adanya program beasiswa “1 Kecamatan 1 Santri” dengan skema pembiayaan yang bersumber dari APBD, CSR perbankan, maupun perusahaan seperti PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Wabup Ansori merespons positif dan berkomitmen untuk membantu pesantren. Ia akan berupaya menjalin komunikasi dengan kementerian terkait untuk mencari skema bantuan di luar daerah. “Dari Direktif kami sendiri tetap dianggarkan walaupun belum bisa menyentuh semua Pondok Pesantren yang ada di kabupaten Sumbawa. In Shaa Allah kami tetap berkomitmen memperhatikan Ponpes yang ada di kabupaten Sumbawa,” tegasnya.

Lebih menggembirakan lagi, Wabup Ansori mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 100 santri asal Sumbawa yang disekolahkan ke luar daerah, seperti ke Banten. Tak hanya itu, sebuah terobosan besar juga direncanakan. “Tahun depan 2027 akan dibuka Pesantren Mahasiswa. Jadi bukan hanya untuk SD, SMP dan SMA saja, namun mahasiswa juga bisa menimba ilmu di lingkungan pesantren,” ungkapnya, disambut antusias para hadirin.

Pertemuan yang berlangsung hingga menjelang pukul 23.00 Wita ini diakhiri dengan doa bersama dan berbagi ratusan bingkisan Hari Raya dari Wabup Ansori untuk para Kyai, dan ustadz/ustadzah. Para kyai dan ulama pulang dengan membawa harapan baru akan sinergi yang semakin erat antara ulama dan umara untuk kemajuan Kabupaten Sumbawa yang lebih baik, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez