Bupati Sumbawa Minta Dana Desa Dianggarkan untuk Kesiapsiagaan Bencana di Pulau Kecil

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 22 Mei 2026

SUMBAWA, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menguatkan ketangguhan masyarakat pesisir dan pulau kecil menghadapi ancaman bencana. Komitmen itu ditegaskan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., saat membuka Diseminasi Dokumen Laporan Kajian Ketangguhan Pulau Kecil, Kamis (21/05/2026), di Ballroom La Grande Sumbawa Grand Hotel.

Di hadapan para kepala desa wilayah pesisir dan pulau kecil, Bupati Jarot secara tegas mengarahkan agar dana desa tidak hanya habis untuk pembangunan fisik. “Kepada para kepala desa, saya berharap dana desa juga digunakan untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang tangguh bencana. Jangan hanya membangun fisiknya saja, tetapi manusianya juga harus disiapkan,” ujarnya.

Menurut Bupati Jarot, masyarakat di pulau kecil memiliki tantangan yang jauh berbeda dengan wilayah daratan. Akses transportasi yang terbatas, minimnya layanan dasar, serta kerentanan tinggi terhadap tsunami, gempa bumi, kebakaran permukiman, cuaca ekstrem, hingga dampak perubahan iklim menjadi alasan utama perlunya alokasi khusus dana desa untuk kesiapsiagaan.

“Berbagai kejadian sebelumnya, termasuk kebakaran di kawasan pulau dan pengalaman gempa bumi beberapa tahun lalu, harus menjadi pelajaran penting. Kita harus membangun sistem kesiapsiagaan yang kuat hingga ke tingkat desa,” tegasnya.

Kegiatan yang diinisiasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi NTB bersama FPRB Kabupaten Sumbawa ini membahas hasil kajian ketangguhan bencana di Pulau Bungin, Pulau Moyo, dan kawasan Medang. Turut hadir Ketua FPRB Provinsi NTB, Dr. Rahmat Sabani; Ketua FPRB Kabupaten Sumbawa sekaligus Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Zulfikar Demitry, S.H., M.H.; Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa; para camat; kepala desa; perguruan tinggi; dunia usaha; media; serta unsur masyarakat sipil.

Ketua FPRB NTB, Dr. Rahmat Sabani, menjelaskan bahwa Kabupaten Sumbawa menjadi satu-satunya daerah di Pulau Sumbawa yang mendapat program kajian ketangguhan pulau kecil. “Kabupaten Sumbawa dipilih karena memiliki karakteristik wilayah kepulauan yang sangat khas dan membutuhkan penguatan ketangguhan secara serius,” ujarnya. Program ini dirancang untuk menilai kondisi ketangguhan secara menyeluruh, mulai dari layanan dasar, sistem penanggulangan bencana, kesiapsiagaan masyarakat, hingga keberlanjutan penghidupan warga.

Kepala Desa Labuhan Aji, Sofyan, turut memberikan testimoni positif. “Tahun lalu sudah mulai dilakukan pengkajian dari FPRB. Program ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa kami, terutama dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, S.T., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Australia (melalui Kedutaan Besar Australia) dengan BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten Sumbawa. Ia berharap hasil kajian tidak berhenti sebagai dokumen, melainkan ditindaklanjuti dalam rencana aksi nyata di tingkat daerah maupun desa.

Acara diseminasi dirangkaikan dengan penyerahan dokumen hasil kajian ketangguhan pulau kecil kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa, diskusi rencana tindak lanjut, serta penguatan komitmen bersama untuk membangun ketangguhan masyarakat pesisir di Kabupaten Sumbawa.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez