
Sumbawa, Nuansantb.id – Upaya menemukan dan merumuskan Hari Lahir Tana Samawa (Kabupaten Sumbawa) terus mendapatkan momentum. Kali ini, Forum Kamanang Tana Samawa (KTS) menggandeng kalangan akademisi setelah mendapat dukungan penuh dari Rektor STKIP Paracendekia NW Sumbawa, Prof. Iwan Jazadi, dalam sebuah pertemuan di kampus setempat, Selasa (02/06/2026).
Pertemuan yang dihadiri Ketua Forum KTS, Mallarangang Syarifoeddin, beserta jajaran Arie Afrilian, Muhammad Kaniti, dan Rifqi Kukuh Primananda itu membahas tuntas perkembangan kajian sejarah Sumbawa. Ketua Forum KTS memaparkan berbagai langkah konkret yang telah dilakukan, mulai dari penelusuran literatur kuno, pengumpulan data sejarah, hingga komunikasi intensif dengan sejumlah tokoh adat dan akademisi.
Menanggapi hal itu, Prof. Iwan Jazadi menyatakan apresiasinya. Menurutnya, pengkajian Hari Lahir Tana Samawa bukan sekadar urusan administratif, melainkan langkah strategis untuk memperkuat identitas, sejarah, dan kebudayaan masyarakat Sumbawa.
“Perguruan tinggi memiliki peran vital untuk memverifikasi data sejarah agar menghasilkan kesimpulan yang kuat, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Prof. Iwan.
Diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif itu juga menyoroti rencana Seminar Nasional yang akan diselenggarakan oleh Bapperida Kabupaten Sumbawa. Dari sinilah muncul gagasan segar: pentingnya pengembangan bidang kajian akademik yang khusus dan berkelanjutan mengenai Sumbawa.
Gagasan tersebut kemudian mengerucut pada pembentukan “Sumbawa Studies” atau Kajian Sumbawa. Konsep ini diharapkan menjadi wadah ilmiah untuk menghimpun berbagai penelitian tentang sejarah, bahasa, budaya, hingga dinamika sosial masyarakat Sumbawa secara sistematis.
Lebih lanjut, Prof. Iwan Jazadi menekankan urgensi digitalisasi arsip sejarah. Menurutnya, naskah kuno, catatan kolonial, hingga buku-buku langka tentang Sumbawa harus segera dialihmediakan.
“Langkah ini penting agar sumber-sumber sejarah dapat diakses luas oleh masyarakat, terutama generasi muda. Jangan sampai kita hanya tahu umur biologis daerah kita tanpa memahami perjalanan sejarah dan identitasnya,” pesan Prof. Iwan di akhir diskusi.
Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis: penguatan dokumentasi sejarah, percepatan digitalisasi arsip, serta perumusan awal Sumbawa Studies sebagai pusat kajian multidisiplin. Forum KTS dan para akademisi sepakat bahwa pencarian Hari Lahir Tana Samawa bukan hanya soal penetapan tanggal, tetapi momentum besar untuk membangkitkan jati diri dan kebanggaan masyarakat Sumbawa terhadap warisan leluhurnya.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar