Dari Desa untuk Ekonomi Hijau: Bupati Jarot Resmikan Trilogi Kemajuan Lenangguar

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 11 Okt 2025

Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menancapkan tonggak baru pembangunan berbasis desa. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, secara resmi meluncurkan tiga pusat kemajuan Desa Lenangguar, Jum’at (10/10/2025), yakni Kantor BUMDes Pasiki, Perpustakaan Desa, dan Pusat Oleh-oleh Desa. Peresmian ini menandai integrasi antara penguatan ekonomi, peningkatan literasi, dan komitmen lingkungan dalam satu gerak langkah.

Acara yang dihadiri oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Sumbawa, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat ini, menampilkan semangat gotong royong dalam membangun kemandirian desa.

BUMDes Pasiki: Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan

BUMDes Pasiki hadir sebagai jantung perekonomian desa dengan portofolio usaha yang lengkap. Mulai dari unit Simpan Pinjam, Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Sistem Usaha Tani (SUTA), hingga layanan sosial seperti Dana Krabat tanpa bunga dan usaha air bersih. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat daya saing 96 UMKM lokal, yang 63 di antaranya telah tersertifikasi halal.

Kepala Desa Lenangguar, Syahruddin, SP., M.Si, menekankan keunggulan geografis desanya yang terletak di jalur lintas Orong Telu–Lunyuk. “Ini merupakan peluang strategis yang harus kita optimalkan. Untuk mendukung hal ini, kami telah membentuk Koperasi Desa Merah Putih dan meluncurkan Perpustakaan Desa dengan WiFi gratis. Kedepan, siswa akan dijadwalkan berkunjung setiap hari untuk menumbuhkan budaya literasi dan digital,” jelas Syahruddin.

Literasi dan Ekonomi Digital: Fondasi Membangun Generasi

Bupati H. Jarot dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan visi jauh ke depan Pemerintah Desa Lenangguar. Ia mendorong agar Pusat Oleh-oleh Desa tidak hanya menjadi etalase produk lokal, tetapi juga merambah dunia digital.

“Manfaatkan platform seperti GoFood dan marketplace online untuk memperluas jangkauan pemasaran. Seorang pemimpin harus bisa melihat peluang lebih dulu dan lebih luas,” pesan Bupati.

Visi Ekonomi Hijau: Menanam Hari Ini untuk Kemakmuran Besok

Tidak hanya berbicara ekonomi, Bupati Jarot dengan tegas menyampaikan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan. Ia menargetkan Sumbawa hijau dan lestari dalam lima tahun ke depan.

“Kita tidak bisa memisahkan ekonomi dari lingkungan. Jika hutan habis, mata air akan lenyap dan sungai mengering. Kami telah mengalokasikan dana APBD khusus dan membentuk Satgas Hutan untuk memerangi illegal logging,” tegasnya.

Bupati kemudian mengajak masyarakat bertransformasi menuju ekonomi hijau dengan menanam komoditas unggulan. Dengan gaya yang inspiratif, ia memaparkan, “Kemiri itu sangat menjanjikan. Satu pohon bisa menghasilkan 50 kilogram. Dengan harga Rp20 ribu per kilogram, satu pohon saja bisa menghasilkan Rp1 juta. Bayangkan jika satu hektar ada 100 pohon, itu artinya Rp100 juta yang mengalir ke kocek warga.”

Peresmian trilogi fasilitas di Lenangguar ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti nyata perwujudan visi Bupati H. Jarot untuk mewujudkan Sumbawa yang Hijau, Mandiri, dan Sejahtera, yang dimulai dari desa. Langkah ini menunjukkan bahwa penguatan ekonomi, peningkatan kualitas SDM, dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan menuju kemandirian daerah.

Editor/Pemred: Sahril Imran

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez