Sumbawa Genjot Tata Kelola Kota Pusaka, Bupati Dorong Kolaborasi Wujudkan Pusat Ekonomi Baru

2 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 12 Des 2025

Sumbawa, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menggelar Rapat Koordinasi Penataan Kawasan Kota Pusaka dan Titik Nol, menandai percepatan pembangunan berkelanjutan yang memadukan pelestarian warisan budaya dengan penguatan ekonomi.

Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP di Lantai 1 Kantor Bupati, Kamis (11/12/2025), dihadiri secara aktif oleh berbagai elemen masyarakat.

Dalam rapat yang dihadiri Wakil Ketua III DPRD, Kepala Bappeda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan Majelis Adat Kesultanan, Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), tokoh masyarakat, serta inisiator kegiatan Haji Abdul Munir ini, Bupati Jarot menyampaikan visi besarnya. Ia menegaskan komitmen menjadikan Sumbawa sebagai destinasi kota pusaka yang berdaya saing, mengikuti kesuksesan Yogyakarta.

“Kita memiliki potensi besar sebagai kota pusaka. Mari bersama-sama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga swasta, aktivis, dan budayawan, berpartisipasi dalam penataan ini. Hal sederhana seperti mempercantik rumah dan jalan dengan lampu hias bisa menjadi awal,” ajak Bupati Jarot. Ia mendorong gerakan partisipatif yang dimulai dari lingkungan rumah warga untuk menciptakan kota yang indah dan disukai wisatawan.

Tidak hanya fokus pada estetika, Bupati juga memaparkan strategi pembangunan ekonomi jangka panjang yang sinergis dengan identitas budaya. Sejumlah proyek strategis seperti pembangunan Bypass Kereke, pengembangan industri unggas terintegrasi, produksi garam nasional, dan program transmigrasi berbasis industri hilirisasi menjadi fondasi. Yang utama, kawasan Teluk Saleh-Pulau Moyo-Tambora (SAMOTA) akan digarap menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata berkelas nasional, setara Labuan Bajo atau Mandalika.

“Kami juga menjadikan Gerakan Sumbawa Hijau, Lestari, dan Bersih sebagai prioritas. Kolaborasi semua pihak ini sangat penting untuk menjadikan Sumbawa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah ini,” tegas Bupati Jarot.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbawa, DR. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si., menjelaskan latar belakang urgensi rakor ini. Pertemuan ini adalah tindak lanjut komitmen Bupati saat Rapat Kerja Nasional Kota Pusaka di Yogyakarta, di mana Sumbawa ditetapkan sebagai tuan rumah pertemuan serupa tingkat nasional.

“Ini adalah pertemuan ketiga kami. Tujuannya mengumpulkan data dan merancang konsep penataan kota yang lebih baik dengan mendengarkan desain utuh dari arsitek profesional, lalu kita diskusikan dan realisasikan bersama,” jelas Dedy. Ia menekankan posisi Sumbawa sebagai satu-satunya kota pusaka di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sehingga perlu didorong agar tidak kalah bersaing dengan kota pusaka lain di Indonesia.

Rapat koordinasi ini diharapkan menghasilkan rumusan konsep penataan yang jelas dan konkret, yang tidak hanya menjaga nilai sejarah dan budaya tetapi juga secara signifikan meningkatkan potensi pariwisata dan perekonomian Sumbawa secara berkelanjutan.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez