Siaga di Hutan Lenangguar: Patroli Gabungan TNI-Polri dan BKPH Buru Dugaan Illegal Logging

2 menit membaca
Sahril
Polri, TNI - 30 Des 2025

Sumbawa, Nuansantb.id – Sebuah laporan masyarakat tentang suara mesin chainsaw di tengah malam memicu aksi tanggap cepat aparat keamanan. Tim gabungan TNI, Polri, dan Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Orong Telu segera melaksanakan patroli untuk memburu dugaan aktivitas illegal logging di Kawasan Hutan Olat Lenangguar.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala BKPH Orong Telu, Sirajuddin, S.Hut, ini dilaksanakan pada Selasa dini hari (30/12/2025) sekitar pukul 02.00 Wita. Patroli melibatkan unsur TNI, yang diwakili oleh Babinsa Serda Awan dari Koramil 1607-03/Ropang, Kodim 1607/Sumbawa, bersama dengan personel Polri.

Operasi ini merupakan bentuk sinergi dan respons konkret atas informasi warga Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar, yang mendengar suara mencurigakan dari dalam hutan. Komitmen bersama untuk menjaga kelestarian hutan dan stabilitas keamanan wilayah menjadi pendorong utama aksi cepat ini.

“Dukungan ini merupakan bentuk komitmen Kodim Sumbawa dalam menjaga aset hutan negara dan stabilitas keamanan dari ancaman perusakan lingkungan,” tegas pernyataan dukungan dari unsur TNI dalam operasi tersebut.

Dalam pelaksanaannya, tim dibantu oleh dua orang warga setempat yang bertindak sebagai pemandu menuju lokasi sumber dugaan suara chainsaw. Tim kemudian melakukan penyisiran mendetail dengan radius pencarian mencapai 300 meter di sekitar titik tersebut.

Hasil Nihil, Kewaspadaan Tetap Tinggi

Setelah pemeriksaan seksama, tim tidak menemukan bukti aktivitas penebangan liar, seperti bekas potongan kayu baru atau alat tebang. Hasil patroli pun dinyatakan nihil. Meski demikian, langkah proaktif ini diapresiasi sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Seluruh rangkaian patroli berjalan aman dan lancar. Pihak Koramil kembali menegaskan dukungan penuhnya terhadap setiap upaya pencegahan illegal logging dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjadi mata dan telinga dengan melaporkan setiap indikasi kerusakan hutan.

“Upaya bersama ini sangat penting untuk menjaga kelestarian kawasan hutan kita demi keberlanjutan dan kepentingan generasi mendatang,” pungkasnya. Insiden ini menggarisbawahi bahwa kewaspadaan dan sinergi tiga pilar (aparatur, pengelola hutan, dan masyarakat) tetap menjadi kunci utama dalam mengamankan hutan dari ancaman kerusakan.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez