
Sumbawa, Nuansantb.id – Sebanyak 2.500 bibit pohon kopi, durian, kemiri, dan sengon laut menghijaukan kembali lereng Desa Tepal, Kecamatan Batulanteh, Senin pagi. Penanaman massal ini dipimpin langsung Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, dalam Safari Penanaman Pohon tahap ke-7.
Kegiatan ini menandai langkah konkret Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa mengubah Desa Tepal menjadi destinasi agrowisata berkelanjutan.
“Desa Tepal kita targetkan menjadi kawasan agrowisata andalan di Kabupaten Sumbawa. Penanaman komoditas unggulan seperti kopi arabika dan durian ini adalah fondasi awalnya,” tegas Bupati Jarot di hadapan para peserta, yang meliputi unsur Forkopimda (Kapolres, Dandim), Sekda, para Asisten, Kepala OPD, Ketua PKK, Ketua GOW, serta masyarakat.
Menurut Haji Jarot, pengembangan agrowisata harus sejalan dengan upaya pelestarian ekosistem. Ia menegaskan Kecamatan Batulanteh sebagai jantung Sumbawa yang harus dijaga bersama.
“Pelestarian hutan dan sumber mata air adalah hal krusial bagi keberlangsungan kita. Kerusakan hutan berdampak langsung pada kehidupan. Untuk itu, praktik illegal logging harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti,” imbaunya, Senin (12/01/2026).
Safari dimulai dengan simbolis penanaman pohon kopi arabika di kebun mini SDN Tepal. Momen ini sekaligus digunakan untuk meluncurkan program Siswa Inovatif, Terampil, dan Peduli Lingkungan Menuju Generasi Mandiri (SITEPAL GRA). Bupati berpesan agar seluruh warga sekolah, mulai kepala sekolah, guru, hingga siswa, dapat merawat pohon-pohon tersebut. “Ini adalah pendidikan lingkungan hidup yang nyata. Merawat pohon adalah melatih kemandirian dan tanggung jawab,” ujarnya.
Narasi pembangunan berkelanjutan terus ditekankan Bupati. Ia memandang, pemulihan lingkungan tidak bisa dipisahkan dari penguatan ekonomi warga. “Pelestarian hutan harus berjalan seiring penguatan sektor pertanian dan ekonomi lokal. Kopi dan kemiri yang kita tanam hari ini, selain menyuburkan tanah, juga akan menjadi produk unggulan yang meningkatkan pendapatan masyarakat di masa depan,” papar Haji Jarot optimis.
Komitmen Pemkab Sumbawa dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup disebutnya akan terus berlanjut melalui program penanaman pohon secara berkesinambungan di berbagai lokasi.
Usai rangkaian penanaman, kegiatan hari itu diwarnai aksi kepedulian sosial. Pemkab Sumbawa bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk Masjid Nurul Iman Desa Tepal. Bantuan tersebut dialokasikan untuk perbaikan fasilitas wudhu dan toilet, menunjukkan pendekatan pembangunan yang holistik, menyentuh aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial keagamaan.
Dengan ditanamnya 2.500 pohon bernilai ekonomi dan ekologis tinggi, Desa Tepal mulai mengukir roadmap baru. Dari desa di jantung Sumbawa, ia bertransformasi menuju kawasan agrowisata yang diharapkan mampu menarik wisata, menjaga kelestarian alam, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar