Perkuat Fondasi Ekonomi Daerah, Bupati Sumbawa Gandeng PT. Jamkrida NTB Syariah

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 26 Apr 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah dengan menjalin sinergi strategis bersama PT Jamkrida NTB Syariah (Perseroda). Dalam suasana penuh keakraban, jajaran perusahaan pelat merah tersebut melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Bupati Sumbawa, Jumat (24/04/2026).

Pertemuan ini bukan sekadar ajang perkenalan, melainkan langkah konkret membuka peluang kerja sama di sektor penjaminan yang dinilai krusial bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Rombongan PT Jamkrida NTB Syariah dipimpin langsung oleh Direktur Utama, Lalu Taufik Mulyajati. Kehadirannya disambut hangat oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, yang akrab disapa Haji Jarot, beserta jajaran Sekretariat Daerah. Dialog yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu menghasilkan sejumlah titik temu, terutama bagaimana lembaga penjaminan dapat menjadi jembatan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Sumbawa untuk mendapatkan akses permodalan yang selama ini kerap terkendala persyaratan agunan.

Di sela-sela pertemuan, Bupati Syarafuddin Jarot menegaskan bahwa keberadaan PT Jamkrida NTB Syariah memiliki peran strategis dan fundamental dalam ekosistem perekonomian daerah. Menurutnya, selama ini salah satu hambatan utama yang dihadapi UMKM Sumbawa bukanlah kurangnya ide atau kapasitas produksi, melainkan sulitnya mengakses pembiayaan perbankan karena keterbatasan jaminan.

“Kami menyambut baik silaturahmi ini sebagai langkah awal yang sangat positif. Kehadiran lembaga penjaminan seperti PT Jamkrida NTB Syariah adalah solusi atas masalah klasik permodalan UMKM. Dengan adanya skema penjaminan, pelaku usaha kecil dan menengah di Sumbawa bisa mendapatkan pembiayaan yang lebih mudah, aman, dan tidak terbebani agunan yang berat,” ujar Bupati Haji Jarot.

Lebih lanjut, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumbawa itu menjelaskan bahwa kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumbawa terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Namun, potensi itu belum tergarap maksimal karena masih rendahnya tingkat kredit yang terserap. Oleh karena itu, kehadiran lembaga penjaminan menjadi angin segar.

“Jangan sampai UMKM kita yang sudah gigih berusaha justru mati langkah karena tak punya agunan. Dengan penjaminan, risiko lembaga keuangan berkurang, dan pembiayaan pun mengalir. Ini yang kita dorong,” tegas Bupati.

Bupati Syarafuddin juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga penggerak utama kolaborasi. Pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi PT Jamkrida NTB Syariah untuk bersinergi dengan perangkat daerah, terutama Dinas Koperasi dan UKM, serta perbankan syariah dan konvensional yang beroperasi di wilayah Sumbawa.

“Kami berharap ke depan segera terjalin kerja sama konkret, bukan sekadar wacana. Mulai dari sosialisasi skema penjaminan hingga pendampingan bagi UMKM binaan. Manfaatnya harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam peningkatan kesejahteraan dan penguatan ekonomi lokal yang berkeadilan,” tambah Bupati.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jamkrida NTB Syariah, Lalu Taufik Mulyajati, mengapresiasi respons cepat dan positif dari Pemkab Sumbawa. Ia menjelaskan bahwa perusahaan siap mengimplementasikan berbagai skema penjaminan yang fleksibel, termasuk untuk sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan yang menjadi unggulan Sumbawa.

“Kami siap menjadi mitra strategis. Dengan dukungan penuh dari Pak Bupati, kami optimistis penjaminan kredit di Sumbawa bisa berjalan efektif dan menjangkau ribuan pelaku UMKM,” ujar Lalu Taufik.

Turut hadir mendampingi Bupati dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP, Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya, ST., MM., serta sejumlah jajaran manajemen PT Jamkrida NTB Syariah. Suasana dialog berlangsung konstruktif dengan pembahasan potensi kolaborasi, termasuk skema penjaminan kredit, mitigasi risiko lembaga keuangan, hingga perluasan jangkauan pembiayaan bagi masyarakat di wilayah pesisir dan pedalaman.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi terbangunnya ekosistem pembiayaan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis syariah di Kabupaten Sumbawa. Dengan sinergi yang kuat, target peningkatan kesejahteraan rakyat melalui penguatan ekonomi lokal bukan lagi mimpi, melainkan kerja nyata yang segera diwujudkan.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez