Hadapi Amerika-Israel, Iran, China, dan Rusia Teken Pakta Strategis, Wujudkan Tatanan Dunia Multipolar

3 menit membaca
Sahril

Tehran, Nuansantb.id- 01 Mei 2026- Iran, China, dan Rusia secara resmi menandatangani pakta strategis komprehensif yang digadang-gadang sebagai fondasi tatanan dunia multipolar yang baru. Kesepakatan bersejarah ini disambut sebagai langkah bersama untuk memperkuat posisi mereka di tengah dinamika geopolitik global yang kian memanas, sekaligus menjadi bantalan bagi tekanan ekonomi dan politik dari Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pakta yang diumumkan serempak di Tehran, Beijing, dan Moskow ini dibangun di atas pondasi bilateral yang telah ada sebelumnya. Iran dan China telah terikat kesepakatan kerja sama 25 tahun sejak 2021, sementara Iran dan Rusia membenamkan diri dalam kemitraan strategis 20 tahun di tahun 2025. Namun, yang membedakan pakta ini adalah untuk pertama kalinya ketiga negara secara resmi terhubung dalam satu kerangka kerja yang lebih terkoordinasi. Kerangka ini mencakup isu-isu mulai dari kedaulatan nuklir, ketahanan ekonomi, hingga koordinasi strategis lintas sektor, termasuk militer.

Mengutip laporan Middle East Monitor yang berbasis di London, Mingguan (6|Mingguan) edisi 30 Januari 2026 menyebutkan, “Setidaknya dari teks awal yang dipublikasi, perjanjian ini tidak membentuk pakta pertahanan bersama seperti Pasal 5 NATO”. Alih-alih sebuah aliansi militer formal, pakta ini lebih bersifat sebagai koalisi politik dan strategis yang berakar pada penolakan kuat terhadap dominasi unilateral Barat, terutama upaya AS untuk mengisolasi Iran melalui sanksi ekonomi dan tekanan militer.

Penandatanganan pakta ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS terkait program nuklir Tehran. Departemen Pertahanan AS mengakui telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke Laut Arab akhir tahun lalu, dengan alasan meningkatnya “ancaman” dari Iran. Para pejabat Iran, China, dan Rusia dengan tegas menolak segala bentuk sanksi baru atas program nuklir Tehran, dan memposisikan pakta ini sebagai langkah diplomatik dan strategis untuk menciptakan keseimbangan baru dalam percaturan global.

Para analis internasional memandang langkah ini sebagai eskalasi dari upaya yang lebih sistematis untuk membangun dunia multipolar. Seperti yang diulas oleh media Lokmat Times, “Di balik pembangkangan Tehran terbentang dukungan China dan Rusia yang hening namun signifikan—dukungan yang bertujuan melemahkan supremasi Amerika dan memperluas pengaruh mereka sendiri di kawasan Timur Tengah”. Laporan think tank CSIS bahkan menyebut formasi longgar ini sebagai poros ‘CRINK’ (China, Russia, Iran, North Korea), yang dinilai efektif dalam mendistribusikan tekanan dari Barat melalui sistem ekonomi dan militer yang terintegrasi.

Dengan hadirnya pakta ini, China dan Rusia tidak hanya mendapatkan akses ke cadangan energi Iran yang sangat besar, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka untuk menandingi aliansi AS di Timur Tengah hingga Indo-Pasifik. Bagi Iran, pakta ini menjadi tali pengaman sekaligus alat tawar yang signifikan dalam setiap negosiasi diplomatik di masa depan.

Sumber:

· Daily Trust, “China, Russia, Iran Seal Pact As US Tensions With Tehran Escalate”, 2 Februari 2026.

· Lokmat Times, “Russia and China weakening American primacy, expanding influence: Report”, 21 Maret 2026.

· Middle East Monitor via Mingguan, 30 Januari 2026.

· GV Wire, “Iran, China and Russia Sign Strategic Pact, Deepening Alignment Against Western Pressure”, 2 Februari 2026.

· New Age BD, “CRINK and fracturing global order”, 25 April 2026.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez