
SUMBAWA, Nuansantb.id – Video seorang warga yang tampak mencuci sepeda motor di genangan air saat rombongan Wakil Bupati Sumbawa melintas viral di media sosial. Beredar narasi bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penghadangan untuk memprotes kondisi jalan rusak di Desa Mata, Kecamatan Tarano.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, memberikan klarifikasi terkait video tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian sebenarnya tidak seperti yang tergambar dalam potongan video yang beredar luas.
“Saya sebenarnya tidak dihadang. Hanya ada satu warga pada saat kami pulang, mencuci sepeda motor di tempat yang airnya tergenang. Aspalnya masih bagus,” ujar Wabup kepada wartawan, Kamis (13/08/2026).
Menurut H. Ansori, saat itu dirinya bersama rombongan sedang dalam perjalanan pulang dari kunjungan ke Tolo Oi, Desa Mata. Di lokasi, terdapat seorang warga yang sedang mencuci sepeda motor di genangan air. Warga tersebut kemudian menyampaikan persoalan terkait kondisi jalan, termasuk adanya janji perbaikan dari pejabat Pemkab Sumbawa di masa lalu.
Mendengar hal tersebut, Wabup bersama rombongan justru menghampiri warga tersebut. Ia sempat bersalaman dan berdialog singkat.
“Kami langsung menghampiri, bersalaman, kemudian warga menyampaikan bahwa pernah ada janji yang disampaikan pejabat Sumbawa di lokasi itu saat penanaman pohon. Kami sampaikan akan kami tindaklanjuti dan informasikan kepada perangkat daerah atau dinas teknis,” jelasnya.
Usai berdialog, Wabup dan rombongan berpamitan dan melanjutkan perjalanan. Ia mengaku tidak mengetahui adanya rekaman video yang kemudian dipotong-potong dan menjadi viral.
“Kami idak tahu ada video yang dipotong-potong, akhirnya viral. Padahal kami menghampiri warga, bukan dihadang,” tegasnya.
Wabup Ansori menyayangkan adanya potongan video yang menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat. Meski demikian, ia menegaskan tidak mempermasalahkan kritik maupun aspirasi yang disampaikan warga secara langsung.
“Kalau warga menghampiri, warga mengkritisi, warga memberikan masukan, itu harus kita terima. Karena pimpinan daerah ini milik masyarakat. Bentuk ekspresi masyarakat itu beragam,” katanya.
Ia menambahkan, tidak semua masyarakat memiliki kesempatan untuk datang ke kantor bupati. Karena itu, aspirasi yang disampaikan saat dirinya turun ke lapangan justru menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Mau kami di kantor, mau kami di pendopo, bahkan saat kami turun ke bawah, semua kita terima. Karena ini untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.
Sebagai contoh, Wabup menyebut dirinya baru saja turun langsung ke sekolah setelah menerima laporan mengenai kurangnya fasilitas bangku untuk siswa. Persoalan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama perangkat daerah terkait.
“Ini pola kami sebagai pimpinan daerah. Kami turun ke bawah, diajak dialog kami siap, didatangi masyarakat kami terima. Semua untuk kepentingan rakyat,” tandasnya.
Sementara terkait persoalan jalan mantap di kabupaten sumbawa, Wabup Ansori menegaskan bahwa pemerintahan Jarot-Ansori akan menangani secara bertahap baik jalan yang menuju ke setiap kecamatan hingga ke desa-desa.
“Jalan di kabupaten sumbawa terbagi ke dalam jalan kabupaten, jalan provinsi dan juga jalan cabang-cabang menuju ke desa-desa dan ini akan kami tangani. Kita akan ajukan semuanya bisa menggunakan anggaran revitalisasi jalan Bantuan Presiden (Banpres) yang nilainya 100 miliar setiap tahun,” pungkas Wabup Ansori.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar