
SUMBAWA, Nuansantb.id – Sebuah rumah panggung milik Hamzah di Dusun Ai Bari, Desa Kukin, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, ludes dilalap si jago merah pada Rabu (02/09/2026) malam. Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 22.35 Wita ini mengakibatkan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp80.000.000,-.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumbawa melalui Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan, Syahruddin Fachri, S.P., membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pada pukul 22.35 Wita dan langsung mengerahkan dua unit mobil fire truck serta satu unit mobil rescue Damkar ke lokasi kejadian.
“Pasukan Disdamkartan Kabupaten Sumbawa Peleton 1 Mako, Regu 1 Penyelamatan, dan Regu 3 Zona Moyo Hilir tiba di lokasi pada pukul 22.53 Wita dan langsung melakukan pemadaman di tempat kejadian kebakaran,” ujar Syahruddin Fachri kepada wartawan, Kamis (03/09/2026).
Kronologi kejadian berawal ketika anggota Damkar Peleton 1 Mako menerima laporan telepon dari warga setempat. Tim pemadam segera bergerak menuju Dusun Ai Bari, namun kondisi jalan yang sempit dan jarak tempuh yang lumayan jauh menyebabkan petugas sedikit terlambat sampai di lokasi.
Rumah panggung yang terbakar seluruhnya terbuat dari bahan kayu yang mudah terbakar, sehingga api dengan cepat membakar habis bangunan tersebut. Berkat kesigapan warga setempat yang bahu-membahu memadamkan api sejak awal, kobaran api berhasil tidak menyebar ke rumah-rumah di sekitarnya.
Setelah melalui upaya pemadaman yang cukup intensif, api berhasil dipadamkan pada pukul 23.20 Wita dalam keadaan aman, lancar, dan terkendali. Selanjutnya, pada pukul 23.39 Wita, seluruh anggota Disdamkartan Peleton 1 Mako, Regu 1 Penyelamatan, dan Regu 3 Zona Moyo Hilir kembali ke pos masing-masing.
Syahruddin Fachri menambahkan bahwa hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak yang berwenang. “Kami masih mendalami penyebab kebakaran ini. Yang jelas, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa,” tegasnya.
Kerugian materiil akibat kebakaran ini ditaksir sementara mencapai sekitar Rp80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah). Kepada masyarakat, Syahruddin Fachri mengimbau agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau seperti saat ini, serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman.
“Kami mengapresiasi peran aktif warga setempat yang dengan sigap membantu proses pemadaman sehingga api tidak merambat ke bangunan lain. Kerja sama antara masyarakat dan petugas pemadam sangat penting dalam penanganan kebakaran,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga di wilayah perbukitan Moyo Utara akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, mengingat akses jalan yang terbatas dapat memperlambat proses pemadaman jika terjadi kebakaran di kemudian hari.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar