
Sumbawa, Nuansantb.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., secara resmi membuka gelaran akbar Festival Samawa Malanti Budaya (SAMBA) XV Tahun 2026. Acara yang berlangsung meriah ini dipusatkan di Kecamatan Plampang, Sabtu (19/09/2026). Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian perayaan budaya yang menjadi ikon masyarakat Sumbawa, khususnya di wilayah selatan pulau Sumbawa tersebut.
Turut hadir dalam momentum bersejarah ini jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Plampang, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sumbawa, tokoh masyarakat, pemuda, serta ratusan warga yang antusias menyaksikan pembukaan festival. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi lokal yang telah menjadi napas kehidupan sosial budaya di Kecamatan Plampang.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Budi Prasetiyo memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Plampang. Menurutnya, konsistensi warga dalam menjaga dan menghidupkan warisan leluhur melalui Festival SAMBA merupakan bentuk kesadaran kolektif yang patut dicontoh oleh daerah lain. Ia menekankan bahwa keberlanjutan tradisi bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan bagian penting dari upaya strategis menjaga kebudayaan Sumbawa agar tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah derasnya arus perubahan zaman.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Plampang yang tetap konsisten menjaga dan menghidupkan warisan leluhur. Keberlanjutan tradisi ini menjadi bagian penting dari upaya kita menjaga kebudayaan Sumbawa agar tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah perubahan zaman,” ujar Sekda Budi Prasetiyo di hadapan peserta upacara pembukaan.
Lebih lanjut, orang nomor satu di jajaran birokrasi Pemkab Sumbawa ini menegaskan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu merawat nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. Menurutnya, tradisi dan nilai-nilai tersebut perlu terus diperkenalkan secara masif kepada generasi muda agar tidak berhenti sebagai artefak masa lalu, melainkan menjadi fondasi kokoh bagi jati diri masyarakat Sumbawa di masa depan.
“Pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama. Tradisi dan nilai-nilai yang diwariskan leluhur perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan dan fondasi jati diri masyarakat Sumbawa,” lanjutnya dengan penuh semangat.
Festival SAMBA XV tahun ini mengusung tema besar yang menekankan pada penguatan identitas daerah. Melalui berbagai penampilan seni, ritual adat, dan pameran budaya, semangat menjaga warisan budaya kembali ditegaskan. Sekda Budi berharap, momentum ini dapat menjadi katalisator untuk memastikan nilai-nilai budaya Sumbawa tetap diwariskan lintas generasi, sekaligus memperkuat posisi Sumbawa sebagai daerah yang kaya akan tradisi di tingkat nasional.
“Momentum Festival SAMBA XV ini menjadi penegasan semangat menjaga warisan budaya, sekaligus upaya memperkuat identitas daerah dan memastikan nilai-nilai budaya Sumbawa tetap diwariskan lintas generasi,” tutupnya.
Dengan dibukanya Festival SAMBA XV, masyarakat Plampang dan sekitarnya diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam setiap rangkaian acara. Lebih dari sekadar hiburan, festival ini adalah manifestasi kekayaan intelektual dan spiritual masyarakat Sumbawa yang harus terus dijaga keberlangsungannya. Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus mendukung setiap upaya pelestarian budaya yang berakar pada kearifan lokal, demi terwujudnya masyarakat yang berkarakter dan berjati diri kuat.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar