Pemda Sumbawa Gelar Pelatihan Khusus Bagi Petugas Medis Sirkuit

2 menit membaca
Favicon
gera

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Perhelatan dunia MXGP World Championship 2022 seri ke-12 yang akan digelat di Rocket Motor International Circuit, Samota Kabupaten Sumbawa pada 24 hingga 26 Juni tinggal menghitung hari.

Segala persiapan, mulai dari perampungan sirkuit serta berbagai komponen pendukung lainnya kini tengah dipersiapkan untuk mensukseskan ajang balap motor cross kelas dunia tersebut.

Selain sirkuit, marshal, MXGP Of Indonesia juga mengharuskan adanya petugas medis berkemampuan khusus untuk memberikan pertolongan pertama ketika terjadi suatu insiden dalam balapan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri, MM., kepada media, Rabu (15/06/2022) mengatakan, untuk kesuksesan pergelaran MXGP SAMOTA mendatang, Pemerintah Kabupaten Sumbawa bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTB menggelar pelatihan khusus bagi para petugas medis yang akan bekerja selama gelaran MXGP di Kawasan Samota.

Para petugas medis ini terdiri dari dokter dan perawat. Mereka diberi pelatihan khusus tentang bagaimana memberikan pertolongan pertama pada para pembalap di dalam sirkuit, hingga pengetahuan tentang sistem evakuasi dan transportasi serta sistem rujukan ke rumah sakit.

“Petugas medis yang bertugas di sirkuit dituntut harus bertindak cepat dan memiliki keterampilan untuk memberikan pertolongan pertama kepada rider yang mengalami kecelakaan. Karenanya kita mengadakan pelatihan khusus untuk mereka,” ujar Haji Bass sapaan akrab Sekda Sumbawa.

Lanjut Sekda, petugas medis yang bertugas di sirkuit ini berbeda dengan petugas medis di pusat kesehatan ataupun rumah sakit, karenanya mereka dituntut untuk memiliki keterampilan khusus.

“Petugas medis sirkuit harus tau cara membuka helm dan perangkat keselamatan lain yang digunakan seorang pembalap. Jika salah dalam melakukan penanganan, akibatnya bisa fatal. Dan hal inilah yang kita hindari sehingga perlu adanya pelatihan khusus bagi petugas medis yang bertugas di sirkuit nantinya,” jelas Sekda.

Sekda berharap, dengan adanya pelatihan ini, para petugas medis dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga nanti dapat bekerja secara profesional, faham tindakan apa yang akan dan harus dilakukan dalam menangani pembalap di sirkuit. (Nuansa/**)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez