
Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar tasyakuran peringatan hari Kemerdekaan Ke-77 RI yang bertempat di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (18/08/2022).
Kegiatan dibuka oleh Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Hj. Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd, Sekretaris Daerah, Drs. H. Hasan Basri, MM, Para Asisten dan Staf Ahli beserta seluruh Kepala OPD, dan tamu undangan lainnya.
Bupati Sumbawa dalam sambutannya menyampaikan, dengan terlaksananya tasyakuran untuk memperingati kemerdekaan negara Indonesia, diharapkan untuk segenap jajaran pemerintahan mulai untuk bekerja lebih keras, ditambah dengan diizinkannya peminjaman lahan guna terlaksana MXGP di periode selanjutnya.
Bupati sangat percaya dengan semangat yang dimiliki oleh seluruh stakeholder, untuk terlaksananya kegiatan- kegiatan tersebut di Sumbawa dengan baik nantinya.
Dikesempatan tersebut, Bupati turut menyerahkan beberapa penghargaan, pelepasan pensiunan secara simbolis tabungan hari tua (THT) dan pemberian reward kepada siswa berprestasi dalam Lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-29 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2022 yang telah dilaksanakan di Lombok Timur.
Kemudian pemberian penghargaan atas terpilihnya kabupaten sumbawa sebagai kabupaten layak anak tingkat Pratama, penghargaan sekolah adiwiyata tingkat kabupaten sumbawa tahun 2022 berdasarkan keputusan Bupati Sumbawa nomor 723 tanggal 10 Agustus 2022,
Selanjutnya pemberian penghargaan lomba kebersihan sekolah tingkat Sekolah Dasar tingkat Kabupaten Sumbawa, pemberian penghargaan lomba kebersihan kantor di lingkungan pemerintah Kabupaten Sumbawa tahun 2022.
Lalu pemberian piagam penghargaan dari Dinas Pemberdayaan Masyakarat dan Desa Kabupaten Sumbawa kepada Desa Pernek Kecamatan Moyo Hulu sebagai Pembina Bumdes terbaik, Desa Batu Tering kecamatan Moyo Hulu sebagai Adminduk Online, Desa Jorok kecamatan Unter Iwes sebagai Desa Berprestasi. Kemudian pemberian penghargaan dalam pelaksanaan kegiatan “Boat Desa Pedi”
Ada juga penghargaan kepada H. Mahmud M, selaku pencipta Tari Muri yang merupakan artefak budaya dan non benda sebagai warisan budaya yang sangat bernilai bagi jejak peradaban tari dan tana Samawa khususnya, dan Indonesia pada umumnya.
Atas usulan Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, pada tahun 2020 Tari Nguri akhirnya memperoleh Hak Atas Kekayaan Intelektual Komunal dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Acara Tasyakuran ditutup dengan pemotongan Tumpeng oleh Bupati Sumbawa beserta Wakil Bupati, sebagai bentuk rasa syukur atas kebersamaan dan kerukunan serta ajaran hidup yang masih terbentuk hingga saat ini di tana samawa khususnya. (Nuansa/**)

Tidak ada komentar