Stunting di Utan Mencapai 209 Kasus, PKK Sumbawa Galakkan Gerakan Anti-Stunting

oleh -747 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, Nuansantb.id- Pokja 4 TP PKK Kabupaten Sumbawa sukses menggelar sosialisasi kedua Gerakan Sehat Tanggap Tangguh Bencana di Kecamatan Utan.

Kegiatan ini fokus pada penanganan stunting, mitigasi bencana, serta pengelolaan keuangan keluarga, dengan kolaborasi tim PKK kabupaten, kecamatan, dan desa.

Selain itu, kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG), Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa melalui Pokja 4 menyelenggarakan sosialisasi dan penyuluhan bertajuk Gerakan Sehat Tanggap Tangguh Bencana di Kecamatan Utan.

Acara ini merupakan tindak lanjut komitmen PKK dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, kebencanaan, dan ketahanan keluarga.

Dra. Siti Syahrah Sartono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta. “Kunjungan kedua ini semakin memperkaya wawasan kami, terutama dalam penanganan stunting dan kesiapsiagaan bencana,” ujarnya.

Fokus Penanganan Stunting

Hj. Nur Atika, S.St., M.M.Inov, salah satu pemateri, menekankan pentingnya intervensi serius mengingat angka stunting di Utan mencapai 209 kasus pada 2025.

“Stunting bukan hanya masalah gizi, tetapi juga dipengaruhi pola asuh, sanitasi, dan edukasi orang tua,” jelasnya.

Solusi yang ditawarkan meliputi: Gerakan Peduli Stunting (GENTING) dengan program Ibu Asuh Peduli Stunting. Edukasi gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita. Dan Peningkatan akses layanan kesehatan dasar.

Mitigasi Bencana & Kemandirian Masyarakat

Syarifah, S.Sos., M.Si., menyoroti insiden kebakaran di Desa Motong yang meninggalkan trauma mendalam. “Masyarakat harus mandiri dalam penanganan darurat dan memitigasi risiko bencana,” tegasnya.

Materi yang disampaikan mencakup: Pelatihan siaga kebakaran. Pembentukan kelompok tanggap bencana di tingkat RT/RW. Pentingnya menjaga lingkungan untuk mengurangi risiko bencana.

Pengelolaan Keuangan Keluarga

Saridewi, S.Pd., mengajak peserta menghindari kebiasaan COD berlebihan. “Kelola keuangan dengan prinsip 50-30-20: 50% kebutuhan pokok, 30% tabungan, dan 20% hiburan,” sarannya.

Dipandu moderator Sahri Yanti, Ph.D., diskusi menghadirkan dr. Zainah Fitriah yang menjelaskan perbedaan Hepatitis A (penularan melalui makanan) dan B (melalui cairan tubuh), serta langkah pencegahan stunting secara holistik.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menerapkan materi secara berkelanjutan, terutama dalam percepatan penurunan stunting dan penguatan ketahanan bencana.

Editor/Pemred: Sahril Imran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.