
Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Pelayanan distribusi air bersih di wilayah Alas dan sekitarnya kembali mengalami kendala. Hal tersebut dikarenakan pipa intake di Desa Marente mengalami kebocoran.
Anggota DPRD Sumbawa yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra, Muhammad Faisal, S.Ap,. meminta kepada Direktur PDAM agar segera menangani kemacetan maupun kebocoran pipa intake di Desa Marente, Kecamatan Alas.
Masalah air ini kata Muhammad Faisal merupakan kebutuhan pital masyarakat sehingga dibutuhkan langkah-langkah cepat dalam menanganinya.
“Untuk menangani keseluruhan infrastruktur PDAM baik dari Alas Barat hingga Tarano memang dibutuhkan sentuhan dana untuk keberlangsungan dan kelancaran pelayanan air bersih ini,” ungkap Faisal, Sabtu (13/07/2024).
Sejauh ini lanjut Faisal, DPRD menilai pelayanan PDAM dari Alas Barat, kecamatan Alas hingga Tarano masih standar cara pelayanannya sehingga dibutuhkan terobosan untuk menjemput dana dari pusat.
“Pelayanan PDAM kita di sumbawa ini masih standar sehingga Direktur PDAM harus mampu memanage. Dan terkait anggaran, memang menjadi ikhtiar kita bersama bagaimana menjemputnya di pemerintahan pusat sehingga penanganan infrastruktur PDAM baik itu kerusakan di intake Marente, semongkat dan juga di wilayah timur dapat teratasi,” jelas Faisal.
Melihat kondisi PDAM di Kabupaten Sumbawa ini, infrastruktur sudah dalam kondisi tidak baik dan ini butuh kerja keras serta kolaborasi bersama baik legislatif maupun pemerintah daerah untuk bagaimana mempercepat pembangunan air induk di Sumbawa seperti “Ai Ngelar” dapat segera terealisasi apalagi sekarang musim hujan agak sedikit berkurang sehingga masyarakat hanya menggantungkan diri dengan air bersih dari PDAM.
“Semua potensi-potensi yang ada harus dapat kita maksimalkan dan ini butuh kolaborasi bersama agar permasalahan PDAM dapat segera teratasi,” pungkas Sekjen DPC Partai Gerindra Sumbawa ini.
Menanggapi masukan dari Anggota DPRD dan masyarakat terutama wilayah Alas dan sekitarnya, Direktur PDAM, H Abdul Hakim, SE,. mengatakan bahwa kebocoran yang terjadi di intake Desa Marente disebabkan oleh musibah alam.
“Ada longsor beberapa hari lalu yang membuat batu besar terguling mengenai pipa intake di sungai Marente dan hari ini kami terjun langsung mengecek ke lokasi,” ujar Abi Akim sapaan akrabnya kepada media ini.
Akibat longsor yang terjadi beberapa hari lalu membuat Pipa Intake yang berada di lokasi kali Sedalap Desa Marente menjadi bocor menyebabkan pelayanan air PDAM menjadi terganggu.
Dikatakan Abdul Hakim, kebocoran pipa ini segera ditangani dan saat ini dirinya sudah berada di perjalanan menuju ke Marente untuk mengecek langsung keberadaan Pipa Intake yang mengalami kebocoran akibat terkena batu longsor.
Sebelumnya kata Abi Akim, informasi dari petugas di lapangan, ada tiga titik lokasi pipa intake di Desa Marente yang mengalami kebocoran sehingga menyebabkan pelayanan distribusi air PDAM menjadi terganggu.
“Petugas di lapangan sudah menginformasikan bahwa ada tiga titik yang mengalami kebocoran dan itulah yang menyebabkan pelayanan distribusi air bersih menjadi terganggu namun semua segera ditangani agar distribusi air ke masyarakat kembali normal,” terangnya.
“Kami mohon maaf atas kondisi ini namun segera diperbaiki agar air kembali normal hingga ke rumah masyarakat,” pungkas Haji Akim. (Nuansa)

Tidak ada komentar