DPRD Sumbawa Soroti Proyeksi Pendapatan Tak Realistis: Jangan Bangga Capaian 156% Jika Targetnya Direndahkan!

2 menit membaca
Sahril
POLITIK - 23 Apr 2025

Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Sumbawa mengapresiasi capaian pendapatan daerah tahun 2024 yang mencapai Rp. 2,108 triliun (99,74% dari target).

Namun, Pansus mengecam metode proyeksi pendapatan yang dinilai tidak berbasis potensi riil, terutama untuk pajak restoran dan rumah makan yang targetnya sengaja ditetapkan jauh di bawah realisasi tahun sebelumnya.

Menurut Ketua Pansus, Andi Rusni, SE,. MM,. capaian PAD memang melebihi target, dengan Realisasi Rp. 275,56 miliar (107,25%), dan ini melampaui proyeksi tahun sebelumnya Rp. 256,933 miliar.

Adapun proyeksi tak realistis pada pajak Restoran di tahun 2024 Rp. 4,2 miliar, padahal realisasi 2023 Rp. 5,2 miliar. Sedangkan Pajak Rumah Makan, Proyeksi 2024 Rp. 3,1 miliar, sementara realisasi 2023 Rp. 4,096 miliar.

“Ini cara pandang pesimistis! Jangan bangga capaian 156% jika proyeksinya sengaja direndahkan. Ini bisa dicapai sekalipun hanya ‘kerja dari rumah’!” kritik Andis sapaa akrab Ketua Pansus DPRD Sumbawa kepada media ini, Rabu (23/04/2025).

Dikatakan Andi, Pansus menilai penetapan proyeksi yang jauh di bawah potensi riil menghilangkan tantangan kinerja dan berpotensi mengurangi optimalisasi pendapatan.

“Jika terus dibiarkan maka dampak jangka panjang, disparitas antara proyeksi dan realisasi bisa melemahkan disiplin anggaran dan menyembunyikan potensi PAD yang sebenarnya,” ungkap Andis.

Untuk itu kata Andis, Pansus DPRD Sumbawa merekomendasikan agar dilakukan kalkulasi berbasis data riil. Proyeksi 2025 harus mengacu pada realisasi tahun sebelumnya dan kajian teknis lapangan.

Selain itu lanjut Andis, harus dilakukan ‘Evaluasi Metode Proyeksi’. Dinas Pendapatan Daerah diminta mempertanggungjawabkan dasar penetapan angka proyeksi, dan melakukan peningkatan pengawasan dengan melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk audit metode perhitungan.

Pansus mengingatkan, target rendah bukanlah prestasi. “Kita harus berani menetapkan proyeksi yang menantang tetapi achievable, sesuai potensi riil Sumbawa,” pungkas Andi Rusni. (Nuansa)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez