
Bandung, Nuansantb.id – PT Pindad memperkuat komitmennya dalam pengembangan industri otomotif nasional dengan menandatangani Heads of Agreement (HoA) bersama KG Mobility Corp asal Korea Selatan.
Penandatanganan kerja sama strategis ini dilakukan pada Kamis, 8 Mei 2025, di Auditorium PT Pindad, Bandung, oleh Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, dan Chairman KG Mobility, Kwak Jae-sun.
Menurut Direktur utama PT Pindad, Sigit P. Santoso, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kemitraan sebelumnya dan mencakup: Pengembangan & produksi kendaraan untuk Proyek Mobil Nasional. Kemuidian produksi bus listrik, Transfer Teknologi (ToT) dan Transfer of Manufacture (ToM), Pengadaan suku cadang & pengembangan komponen serta layanan purna jual.
“Masing-masing pihak tetap memegang hak eksklusif atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang dimiliki,” jelasnya.
Direktur Utama PT Pindad, juga menyatakan bahwa kerja sama ini memiliki nilai strategis bagi penguatan industri manufaktur dalam negeri dan hubungan bilateral Indonesia-Korea Selatan.
“Ini adalah momentum penting bagi PT Pindad. Kolaborasi ini memungkinkan pengembangan bersama kendaraan nasional, termasuk transfer teknologi yang sangat bernilai bagi kami. Kami berterima kasih kepada KG Mobility atas dukungannya,” tegas Sigit.
KG Mobility: Partner Strategis Pengembangan Otomotif Indonesia
Sementara, Kwak Jae-sun, Chairman KG Mobility, menyambut baik kerja sama ini dan optimis kolaborasi ini akan membawa hasil positif.
“Kami bangga bisa menjadi mitra PT Pindad dalam proyek strategis ini. Kerja sama ini tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak, tetapi juga memperkuat hubungan Indonesia-Korea Selatan yang telah terjalin sejak 2017,” ujar Kwak.
Usai penandatanganan, perwakilan KG Mobility berkesempatan mengunjungi fasilitas produksi PT Pindad. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas manufaktur PT Pindad sekaligus mendorong inovasi di sektor pertahanan dan otomotif nasional.
“PT Pindad berkomitmen menghadirkan terobosan berkelanjutan untuk mendukung kemandirian industri dalam negeri,” pungkas Sigit. (Nuansa)

Tidak ada komentar