
Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Kodim 1607/Sumbawa menggelar Latihan Lapangan Penanggulangan Bencana Alam guna menguji kesiapan seluruh elemen dalam menghadapi potensi bencana di Kabupaten Sumbawa. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (23-24 Juni 2025) ini melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk TNI-Polri, BPBD, Basarnas, Tagana, dan relawan kebencanaan.
Komandan Satuan Tugas Latihan (Dansatgas Lat) Letkol Kav Basofi Cahyo Wibowo, S.T., menegaskan bahwa latihan ini merupakan upaya strategis untuk membangun koordinasi dan respons cepat dalam penanganan bencana. “Wilayah Sumbawa memiliki risiko bencana tinggi, seperti gempa, longsor, dan banjir. Karena itu, sinergi dan kesiapsiagaan mutlak diperlukan,” ujarnya saat membuka latihan di Lapangan Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Senin (23/06/2025).
Latihan mengangkat skenario bencana gempa bumi disertai longsor dan banjir yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa. Personel gabungan melakukan sejumlah aksi, di antaranya: Evakuasi korban dengan teknik penyelamatan darurat. Pendirian tenda pengungsian dan distribusi logistik. Pelayanan kesehatan darurat oleh tim medis. Koordinasi lintas sektor untuk pemulihan infrastruktur.
“Kami ingin memastikan tidak ada tumpang tindih kewenangan. Setiap instansi harus paham peran dan mekanisme komunikasi di lapangan,” tegas Letkol Basofi. Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk mengutamakan keselamatan personel dan alat selama latihan.
Hadir dalam kegiatan ini, unsur Forkopimda Kabupaten Sumbawa dan perwakilan instansi terkait. Latihan ini diharapkan mampu menyamakan persepsi dan pola tindak seluruh pihak dalam menghadapi situasi darurat.
“Dengan pelatihan ini, kami optimis Sumbawa memiliki tim yang solid dan responsif, sehingga dampak bencana dapat diminimalisir,” pungkas Letkol Basofi.
Kodim 1607/Sumbawa berkomitmen terus meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana melalui pelatihan rutin dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan. (**)

Tidak ada komentar