Empat Hari Bergelut dengan Maut di Laut Lepas, 6 ABK Kapal Tenggelam Diselamatkan

oleh -1113 Dilihat
oleh

MATARAM, Nuansantb.id – Sebuah kisah survival yang dramatis terungkap dari perairan Lombok Utara. Enam Anak Buah Kapal (ABK) berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat setelah menghadapi maut selama empat hari dengan terapung-apung di lautan lepas, hanya berpegangan pada benda-benda seadanya. Mereka akhirnya dievakuasi ke darat pada Selasa 04 September 2025.

Berdasarkan penuturan korban kepada pihak berwajib, insiden nahas ini berawal ketika KM KAYA ILAHI, sebuah kapal barang, berangkat dari Pelabuhan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (31/08/2025). Kapal tersebut mengangkut 350 ton muatan garam dengan tujuan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Perjalanan mereka berubah menjadi bencana pada Senin (02/09/2025). Kapal yang mereka tumpangi dihantam oleh ombak besar yang menerjang hingga menyebabkan kapal oleng, terbalik, dan akhirnya tenggelam. Keenam ABK, yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Bima, harus berjuang menyelamatkan diri tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai.

Dengan sekuat tenaga, mereka berenang dan berpegangan pada jeriken dan benda apung lainnya yang berhasil mereka raih. Selama empat hari, arus laut membawa mereka terbaring tanpa daya, terombang-ambing antara harapan dan keputusasaan, hingga akhirnya mencapai perairan Lombok Utara.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa personel Polres Lombok Utara bergerak cepat melakukan evakuasi usai mendapat laporan dari masyarakat tentang penemuan enam orang yang terapung-apung.

“Begitu mendapat laporan, personel Polres Lombok Utara langsung bergerak melakukan evakuasi. Para korban ditemukan dalam kondisi sangat lemas dan dehidrasi. Mereka segera dibawa ke Puskesmas Bayan untuk mendapat pertolongan medis pertama,” terang Kholid dalam keterangan resminya.

Meskipun nyawa seluruh ABK berhasil diselamatkan, insiden ini menyebabkan kerugian material yang sangat besar. Satu unit kapal barang beserta seluruh muatannya, yaitu 350 ton garam, dinyatakan hilang dan tenggelam.

Saat ini, keenam korban masih menjalani perawatan intensif untuk memulihkan kondisi mereka. Polres Lombok Utara juga telah berkoordinasi dengan keluarga para korban untuk proses lebih lanjut.

Editor: Nuansantb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.