
SUMBAWA, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) memperkuat komitmen lintas sektor untuk mengoptimalkan fungsi Kampung Keluarga Berkualitas (KB).
Penguatan ini dinilai krusial tidak hanya untuk meningkatkan kualitas keluarga, tetapi juga sebagai strategi percepatan penurunan prevalensi stunting dan pencetakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Sumbawa, Junaedi, S.Si.A.Pt., M.Si., saat membuka Rapat Pertemuan Penguatan Kampung KB di ruang Rapat Lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (25/09/2025). Acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta perangkat daerah terkait lainnya ini menjadi momentum sinergi program pembangunan di tingkat desa.
Dalam paparannya, Junaedi menjelaskan bahwa Kampung KB merupakan model pendekatan pembangunan berbasis desa yang dirancang secara terintegrasi. “Kampung KB saat ini memiliki peran yang lebih luas. Selain untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga secara keseluruhan, kampung KB juga dapat menjadi media percepatan penurunan stunting,” ujar Junaedi kepada para peserta rapat.
Lebih lanjut, Junaedi menekankan bahwa tujuan akhir dari penguatan Kampung KB adalah menciptakan fondasi yang kokoh bagi terwujudnya generasi penerus yang berkualitas. “Dengan adanya Kampung KB, diharapkan dapat menciptakan generasi-generasi yang memiliki kualitas harapan hidup tinggi, memiliki SDM unggul, dan berkarakter. Ini adalah investasi jangka panjang bagi bangsa,” sambungnya.
Untuk mencapai tujuan mulia tersebut, Kadis P2KBP3A menyadari bahwa kolaborasi adalah kunci utama. Berbagai permasalahan kependudukan dan kualitas keluarga, termasuk stunting, tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja. “Oleh karena itu, untuk optimalisasi penyelenggaraan Kampung KB ini, perlu penguatan komitmen lintas sektor. Sinergi antara P2KBP3A, Dukcapil, Dinas Kesehatan, Dinas PMD, dan OPD terkait lainnya mutlak diperlukan,” pungkas Junaedi tegas.
Rapat penguatan ini difokuskan pada penyelarasan program dan sinkronisasi data antar perangkat daerah. Dengan data kependudukan yang akurat dari Dinas Dukcapil, misalnya, intervensi program di Kampung KB bisa lebih tepat sasaran, termasuk dalam mengidentifikasi keluarga yang berisiko stunting. Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap sumber daya yang dimiliki pemerintah dapat dimanfaatkan secara efisien dan efektif.
Keberadaan Kampung KB di Kabupaten Sumbawa diharapkan menjadi episentrum pembangunan yang memusatkan berbagai layanan dasar bagi keluarga, mulai dari kesehatan ibu dan anak, konseling keluarga, pendidikan parenting, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Dengan pendekatan yang terintegrasi di level komunitas terdekat, berbagai layanan ini diharapkan dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Penguatan Kampung KB merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan, dengan menempatkan keluarga sebagai unit terkecil yang menjadi fondasi kemajuan bangsa. Melalui komitmen bersama ini, Sumbawa bertekad untuk mencetak generasi yang tidak hanya sehat dan cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat untuk membangun daerah di masa depan.
Editor/Pemred: Sahril Imran

Tidak ada komentar