Batalyon Infanteri 15 Marinir Akan Dibangun di Sumbawa, Bupati Siapkan Lahan 20 Hektar

3 menit membaca
Sahril
Headline News, TNI - 07 Okt 2025

SUMBAWA, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa mengambil langkah strategis dengan menyiapkan lahan seluas 20 hektar untuk pembangunan Markas Batalyon Infanteri 15 Marinir TNI AL.

Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam pertemuan penting dengan utusan khusus Panglima Korps Marinir, Selasa (07/10/2025), yang membahas percepatan realisasi proyek strategis nasional ini.

“Pemerintah Daerah menyambut sangat baik dan mendukung penuh rencana pembangunan Batalyon Infanteri 15 Marinir di Sumbawa. Kami telah menyiapkan komitmen untuk mengalokasikan lahan seluas 20 hektar, yang kami harap dapat memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana batalyon secara optimal. Ini bukan hanya tentang pembangunan markas militer, tetapi investasi jangka panjang untuk keamanan, stabilitas, dan kemajuan daerah kita,” tegas Bupati Jarot.

Pertemuan yang dihadiri Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., serta Komandan Pos AL Sumbawa dan tokoh masyarakat ini, fokus pada finalisasi kesiapan lahan sebagai langkah awal yang krusial. Komitmen nyata Pemkab Sumbawa ini menjadi respons konkret terhadap permintaan TNI AL, sekaligus mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan negara.

Bupati Jarot memaparkan bahwa kehadiran batalyon marinir akan membawa dampak ganda yang signifikan bagi Sumbawa. Di satu sisi, ini akan menjadi pengungkit kapasitas pertahanan dan keamanan regional.

“Keberadaan Batalyon Infanteri 15 Marinir akan langsung meningkatkan deterrence effect (efek pencegahan) dan stabilitas keamanan di wilayah Sumbawa dan sekitarnya. Pengawasan wilayah perbatasan, pesisir, dan maritim kita akan semakin optimal. Ini juga akan memperkuat sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menjaga kedaulatan NKRI,” jelas Bupati.

Di sisi lain, dampak ekonomi yang dihadirkan diperkirakan sangat substansial. Tokoh masyarakat setempat, Dedi Kevin Molajake, yang turut hadir dalam pertemuan, memberikan gambaran detail dampak ekonomi yang bisa diraih.

“Berdasarkan pola serupa di daerah lain, kami memperkirakan akan ada penempatan sekitar 700 hingga 1000 prajurit dan perwira. Jika kita hitung bersama keluarga mereka, akan ada tambahan populasi baru sekitar 2.500 hingga 3.500 jiwa di Sumbawa. Kehadiran komunitas baru ini akan menjadi pendorong besar bagi perekonomian lokal,” papar Dedi Kevin.

Ia merinci, gelombang permintaan baru akan menyentuh seluruh sektor, mulai dari kebutuhan pokok, perumahan, sandang, hingga jasa. Pasar tradisional, warung makan, ritel, dan UMKM lokal akan menjadi penerima manfaat utama.

“Proyek konstruksi fasilitas batalyon sendiri akan menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan. Pasca-beroperasi, kebutuhan akan sekolah, klinik, pusat perbelanjaan, dan jasa pendukung lainnya akan menciptakan multiplier effect yang luar biasa, termasuk membuka lapangan kerja baru. Biasanya, proyek strategis seperti ini juga diiringi dengan peningkatan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan air bersih yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga sekitar,” tambah Dedi Kevin.

Langkah cepat Pemkab Sumbawa dalam mengalokasikan lahan ini diharapkan dapat memacu percepatan pembangunan Batalyon Infanteri 15 Marinir. Dengan demikian, manfaat ganda berupa penguatan pertahanan nasional dan pendorongan ekonomi daerah dapat segera direalisasikan untuk kesejahteraan masyarakat Sumbawa yang lebih luas.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez