
Sumbawa Besar, Nuansant.id – Kabupaten Sumbawa kembali menjadi sorotan pusat dengan kedatangan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Ir. Dody Hanggodo, M.P.E., pada Minggu (19/10/2025).
Kunjungan kerja, yang berlangsung selang sehari setelah kunjungan menteri pertahanan dan kesehatan ini, difokuskan untuk meninjau sejumlah proyek infrastruktur strategis, mulai dari Bendungan Batu Bulan, rencana tapak Bendungan Kerekeh, hingga progres Jalan Lingkar Selatan (Batu Lanteh) dalam Proyek Inpres IJD.
Dalam pernyataannya di hadapan awak media, Menteri Dody mengonfirmasi komitmen anggaran untuk pengembangan areal fungsional jaringan irigasi dan menyelesaikan jaringan irigasi 7 Bendungan yang ada di sumbawa termasuk Beringin Sila.
“Kementerian PU telah menganggarkan bantuan 1.100 hektar untuk pengembangan areal fungsional jaringan irigasi, dan juga mengupayakan penanganan irigasi di 7 Bendungan. Pak Bupati Sumbawa sudah menginformasikan hal ini, dan ini akan kita kerjakan paling lambat tahun 2026,” tegas Menteri Dody usai meninjau lokasi.
Tidak hanya itu, Menteri Dody juga menyampaikan imbauan penting untuk kelestarian bendungan. Dengan tegas ia meminta agar lahan di sekitar Bendungan Beringin Sila tidak ditanami jagung. “Kami berharap bendungan Beringin Sila ini dapat dijaga dengan baik. Jangan diberikan izin menanam jagung di wilayah sekitar bendungan. Sebab, ini kalau hujan, yang bila ditanami jagung tentu sifatnya merusak tanah dan memicu sedimentasi. Hal ini harus dihindari untuk menjaga umur dan fungsi bendungan,” jelasnya, menekankan pentingnya konservasi lahan.
Lebih lanjut, Menteri Dody menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah. “Intinya kami akan terus berkomunikasi dengan Bupati Sumbawa untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Pengembangan pipa irigasi dan pemanfaatan air bendungan untuk kebutuhan MCK juga menjadi perhatian kami,” tambahnya. Dari semua usulan yang ada, Bendungan Kerekeh disebutkannya sebagai prioritas utama yang tengah menjadi perhatian Kementerian PU.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., yang mendampingi seluruh rangkaian kunjungan, menyambut baik komitmen dan respons cepat dari Menteri Dody. “Semua yang disampaikan oleh Pak Menteri telah dituangkan dalam proposal sebagai usulan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Kami juga menyampaikannya secara langsung, baik kelanjutan irigasi yang belum tuntas maupun yang paling utama, yakni Bendungan Kerekeh,” ungkap Bupati Jarot.
Ia juga mengungkapkan optimisme terhadap jadwal yang dijanjikan. “Harapan kami, Bendungan Kerekeh dapat dikerjakan pada 2026. Pak Menteri tadi sudah merespons dengan baik dan bahkan mengatakan diupayakan pengerjaannya pada tahun tersebut. Kami mohon doa seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa agar harapan kita untuk menjadikan Sumbawa lebih baik, unggul, dan maju dapat terwujud, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” pungkas Bupati.
Kunjungan kerja Menteri PU ini, yang juga didampingi oleh Gubernur NTB, H. Lalu Muhammad Iqbal, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di Sumbawa, dengan pendekatan yang tidak hanya membangun, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan kelestariannya.
Editor/Pemred: Sahril Imran

Tidak ada komentar