Wabup Ansori Rakor Revitalisasi dan Digitalisasi Pendidikan Bersama Mendikdasmen di Banten

3 menit membaca
Sahril
NASIONAL, Pemerintahan - 14 Nov 2025

Tangerang, Banten, Nuansantb.id – Pemerintah pusat mendorong komitmen kuat dan kolaborasi dengan seluruh pemerintah daerah untuk mempercepat program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran menuju target tahun 2026. Hal ini menjadi benang merah dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah yang digelar di Ice BSD Hall 3, Tangerang, Banten, Kamis (13/11/2025).

Rapat strategis ini dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, Kepala Staf Kepresidenan Letnan Jenderal (Purn.) Anto Mukti Putranto, serta Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari. Turut hadir pimpinan Komisi X DPR RI, Komite III DPD RI, dan seluruh Kepala serta Wakil Kepala Daerah se-Indonesia, termasuk Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori.

Dalam paparannya, pemerintah pusat mengonfirmasi capaian signifikan program revitalisasi sekolah. Meski dengan anggaran yang tetap sebesar Rp16,9 triliun, jumlah sekolah yang berhasil direvitalisasi justru meningkat dari 14.173 sekolah pada tahun 2025 menjadi 16.140 sekolah. Untuk Tahun Anggaran (TA) 2026, ditargetkan 11.744 sekolah akan direvitalisasi dengan alokasi dana Rp14,57 triliun.

Program revitalisasi ini bertujuan menyelesaikan pemenuhan prasarana pendidikan secara bertahap di semua jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK, PKBM, SKB, dan SLB. Cakupannya meliputi pembangunan dan perbaikan kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang administrasi, ruang kesehatan, toilet, ruang praktek, hingga pembangunan unit sekolah baru.

Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menyambut baik komitmen pemerintah pusat. “Ini adalah momentum tepat untuk menyinkronkan program pusat dan daerah. Kami di Sumbawa akan segera memetakan dan mengajukan sekolah-sekolah dengan kondisi paling memprihatinkan untuk masuk dalam prioritas revitalisasi tahun 2026,” ujarnya usai rapat.

Wabup Ansori menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan demi menciptakan lingkungan belajar yang layak dan kondusif bagi seluruh peserta didik.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Kepresidenan, Letnan Jenderal (Purn.) Anto Mukti Putranto, menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah. “Kolaborasi adalah kunci. Kami minta Bapak dan Ibu Kepala Daerah proaktif mengajukan sekolah yang paling butuh. Kami juga mendorong pemanfaatan dana CSR dan sumber pendanaan non-APBN lainnya untuk memperluas jangkauan program ini,” tegas Anto.

Selain revitalisasi fisik, rapat ini juga menggarisbawahi pentingnya program digitalisasi pembelajaran sebagai pilar utama mewujudkan “Pendidikan Next Level” di era pemerintahan Presiden Prabowo. Melalui penyediaan panel datar interaktif dan materi pembelajaran digital, pemerintah bertekad memastikan bahwa siswa di daerah terpencil, seperti di beberapa wilayah Sumbawa, dapat menikmati kualitas pendidikan yang setara dengan rekan-rekannya di kota besar.

“Dua program ini, revitalisasi dan digitalisasi, adalah dua sisi mata uang yang sama. Infrastruktur yang baik harus diimbangi dengan konten dan metode pembelajaran yang modern dan merata. Ini adalah fondasi untuk mencetak SDM Indonesia yang unggul di masa depan,” pungkas Haji Ansori.

Dengan diselenggarakannya rapat koordinasi ini, langkah percepatan pembangunan pendidikan nasional semakin konkret, menandai dimulainya babak baru dalam peta jalan pendidikan Indonesia.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez