Sumbawa Catat 98 Persen Desa Aman Pangan, Wabup Ansori Launching FSVA 2025

2 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 24 Des 2025

Sumbawa, Nuansantb.id – Kabupaten Sumbawa menunjukkan capaian signifikan dalam ketahanan pangan, dengan 98,79% atau 163 dari 165 desa berada dalam kategori aman. Dua desa tersisa yang masih rentan kini menjadi fokus intervensi pemerintah untuk mencapai swasembada pangan penuh.

Data strategis ini terungkap dalam peluncuran resmi Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) Kabupaten Sumbawa Tahun 2025 oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, di Aula H. Madilaoe ADT, Selasa (23/12/2025).

Wakil Bupati Ansori menegaskan, FSVA 2025 bukan sekadar peta, melainkan bukti pertanggungjawaban publik bahwa kebijakan pangan dirancang berbasis data dan analisis ilmiah. “Ini menjadi dasar perencanaan dan penganggaran yang tepat sasaran. FSVA harus jadi rujukan bersama semua sektor,” tegasnya.

Meski secara umum kondisinya aman, FSVA 2025 berhasil mengidentifikasi dua desa yang masih memerlukan perhatian khusus, yaitu Desa Mungkin (Kecamatan Orong Telu) dan Desa Buin Baru (Kecamatan Buer). Keduanya dikategorikan pada prioritas menengah ke bawah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa, Ir. Ahmad Yani, mengapresiasi kemajuan ini. “Tidak ada lagi desa di kategori prioritas 1 atau kerentanan tertinggi. Ini buah dari intervensi yang tepat,” ujarnya. Namun, ia mengingatkan bahwa pekerjaan rumah masih ada.

Berdasarkan analisis, kerentanan di dua desa tersebut disebabkan oleh faktor multidimensi. “Akar masalahnya kompleks, meliputi keterbatasan akses transportasi, air bersih, layanan kesehatan, kepemilikan lahan pertanian, dan sarana ekonomi,” jelas Yani.

Menyikapi temuan tersebut, pemerintah daerah akan melaksanakan intervensi terfokus dan terpadu. Rencananya, intervensi akan difokuskan pada: Pembangunan dan perbaikan infrastruktur dasar. Penyediaan akses air bersih yang berkelanjutan. Penguatan layanan kesehatan di tingkat desa. Pengembangan pertanian spesifik lokasi. Pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Penyusunan FSVA 2025 mengacu pada enam indikator komposit yang mencakup tiga pilar utama ketahanan pangan: ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan. Peta ini diharapkan dapat terus memandu kebijakan yang berbasis bukti menuju kemandirian pangan Kabupaten Sumbawa, selaras dengan visi nasional dalam Asta Cita Presiden RI.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez