
Sumbawa, Nuansantb.id – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, secara resmi meluncurkan Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Rabu (07/01/2026).
Peresmian ini menandai langkah konkret Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mendukung dan mengimplementasikan program strategis nasional Asta Cita Presiden Republik Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari 12 program unggulan daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Pada kesempatan tersebut, Wabup Ansori menegaskan bahwa program MBG memiliki cakupan manfaat yang luas dan strategis. “Program Makanan Bergizi Gratis ini adalah program strategis nasional. Di Kabupaten Sumbawa, penerima manfaatnya mencakup anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga masyarakat rentan yang berhak menerima,” ujarnya.
Komitmen Pemerataan hingga Daerah Terpencil
Wabup Ansori menekankan bahwa kehadiran dapur MBG di Kecamatan Sumbawa bukanlah titik akhir. Pemerintah daerah berkomitmen untuk membangun dapur serupa secara bertahap di berbagai wilayah, dengan prioritas pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Pemerataan adalah kunci. Bukan hanya wilayah perkotaan, tetapi daerah terpencil juga harus merasakan manfaat yang sama,” tegas Ansori. Ia menyebutkan rencana ekspansi ke wilayah seperti Pulau Moyo, Pulau Medang, Orong Telu, hingga Batu Lanteh, menunjukkan komitmen kuat untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Multiplier Effect: Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Selain dampak langsung pada peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat, Wabup Ansori menggarisbawahi bahwa program MBG dirancang memiliki efek pengganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal.
“Ini bukan sekadar program makan gratis, tetapi penggerak ekonomi rakyat. Setiap dapur MBG mampu menyerap puluhan tenaga kerja serta membuka peluang bagi petani, peternak, dan nelayan lokal sebagai pemasok bahan pangan,” jelasnya. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan dan memberdayakan pelaku usaha kecil di daerah.
Kisah Nyata Buktikan Dampak Sosial dan Kemanusiaan
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Ansori membagikan sebuah kisah nyata yang menyentuh dari pelaksanaan MBG di daerah terpencil, di mana seorang anak memilih menunda makan karena teringat ibu dan adiknya di rumah.
“Kisah tersebut menjadi bukti nyata bahwa program ini benar-benar menyentuh sisi kemanusiaan dan memberikan manfaat langsung bagi keluarga yang paling membutuhkan,” ungkapnya dengan haru. Kisah ini sekaligus menguatkan filosofi program yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial.
Wabup Ansori juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Bestungil Karya Mandiri yang dinilai konsisten mendukung pelaksanaan program MBG, termasuk di beberapa kecamatan lainnya seperti Plampang dan Empang. Sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan pihak swasta dianggap krusial untuk kesuksesan program.
Untuk memastikan percepatan dan keberlanjutan program, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah membentuk tim percepatan khusus yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) terkait. “Tujuan akhir kami jelas, yaitu menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Semua langkah ini kami awal dengan baik dan akan kami awasi ketat pelaksanaannya,” pungkas Wabup Ansori.
Peresmian dapur MBG ini diharapkan menjadi titik awal transformasi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Sumbawa, sekaligus pondasi kokoh untuk membangun SDM yang kompetitif dan berdaya saing di masa depan.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar