
SUMBAWA, Nuansantb.id – Menyikapi dampak bencana angin puting beliung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa secara resmi memberlakukan sistem Belajar Dari Rumah (BDR) bagi satuan pendidikan yang terdampak. Kebijakan ini diambil untuk menjamin keamanan dan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik.
Kepala Dikbud Sumbawa, Budi Sastrawan, menyampaikan bahwa hingga saat ini tercatat tiga sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Ketiganya adalah SDN Kelungkung di Kecamatan Batulante, SDN 1 Muer di Kecamatan Pelampang, dan SDN Gontar Baru di Kecamatan Alas Barat.
“Data kerusakan dan laporan resmi ketiga sekolah tersebut telah kami sampaikan kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendapatkan penanganan segera,” ujar Budi Sastrawan saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (26/01/2026).
Untuk menjaga kontinuitas pembelajaran, Dikbud telah menginstruksikan kepala sekolah di lokasi terdampak untuk menerapkan BDR selama kondisi cuaca belum stabil dan potensi bahaya masih ada. Namun, sistem pembelajaran akan disesuaikan secara fleksibel seiring dengan perbaikan kondisi.
“Saat ini, dengan mempertimbangkan situasi cuaca ekstrem, kami minta kebijakan BDR diberlakukan. Setelah kondisi dinyatakan normal dan aman, proses belajar mengajar dapat dilaksanakan dengan sistem sif atau bergantian, misalnya antara kelompok pagi dan siang,” jelas Budi Sastrawan lebih lanjut.
Mengenai rehabilitasi infrastruktur sekolah yang rusak, Dikbud Sumbawa menyerahkan sepenuhnya proses assesment dan perbaikan kepada BPBD setempat. Mekanisme penanganan, baik melalui dana Bantuan Tambahan Tapak (BTT) atau skema lainnya, akan ditentukan berdasarkan evaluasi teknis dari BPBD.
“Seluruh data yang diperlukan telah kami serahkan. Selanjutnya, langkah penanganan teknis dan pendanaannya akan mengikuti prosedur dan kebijakan BPBD,” pungkas Budi Sastrawan.
Kebijakan transisi ke BDR ini diharapkan dapat meminimalisir hilangnya jam belajar efektif sekaligus mengutamakan prinsip kehati-hatian di tengah pemulihan pascabencana.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar