
Sumbawa, Nuansantb.id – Peningkatan angka stunting di Kabupaten Sumbawa memantik respons tegas Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori. Ia memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk bergerak cepat dan memperbarui data penanganan kasus gizi kronis pada anak tersebut.
Perintah tersebut disampaikan Wabup Ansori saat memimpin Rapat Percepatan Penurunan Angka Stunting bersama jajaran Dinas Kesehatan dan Dinas P2KBP3A, di ruang kerjanya, Selasa (10/02/2026).
“Kita tidak boleh lamban. Stunting ini menyangkut masa depan generasi Sumbawa. Saya minta OPD terkait bergerak cepat dan serius agar angka stunting bisa segera ditekan dan gizi buruk tidak terus bertambah,” tegas Haji Ansori dalam arahannya.
Wabup menekankan, langkah strategis harus didasari data yang akurat dan mutakhir. Ia menilai, data kemiskinan, gizi buruk, hingga pemetaan keluarga sasaran yang tidak diperbarui dapat membuat intervensi pemerintah meleset dari target.
“Data adalah kunci. OPD teknis harus rutin memperbarui data kemiskinan, kondisi gizi, dan sasaran prioritas. Tanpa data yang valid, kebijakan kita tidak akan efektif,” ujar Haji Ansori tegas.
Lebih lanjut, ia menginstruksikan kolaborasi lintas sektor yang lebih solid. Peran aktif pemerintah desa dan kelurahan dinilai crusial dalam implementasi program di lapangan.
“Tim Satgas Stunting Kabupaten Sumbawa harus terus berkolaborasi. Penanganan harus dari hulu ke hilir, dari tingkat kabupaten hingga ke masyarakat paling bawah,” imbuhnya.
Rapat ini diharapkan menjadi momentum untuk menyelaraskan langkah semua pihak dalam Satgas Stunting. Tujuannya, menghasilkan solusi konkret guna menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas generasi penerus Sumbawa.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar