Revitalisasi Jantung Ekonomi Selatan, Bupati Jarot Launching Preservasi Jalan Batu Dulang-Tepal

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 10 Feb 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Sejarah baru konektivitas wilayah selatan Sumbawa mulai ditorehkan. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi melaunching pelaksanaan preservasi jalan ruas strategis Batu Dulang–Tepal, Selasa (10/02/2026) pagi di titik alih trase Brang Tereng, Kecamatan Batulanteh.

Acara yang penuh khidmat ini dirangkaikan dengan syukuran, menandai titik balik perjuangan panjang daerah untuk mengamankan proyek vital yang sempat beberapa kali hilang dari prioritas nasional.

Dalam pidatonya, Bupati H. Jarot menyampaikan rasa syukur dan capaian monumental ini. “Hari ini kita tidak sekadar meresmikan proyek fisik, tapi membuka kunci keterisolasian. Ruas ini, bersama dua ruas pendampingnya, Tepal-Batu Rotok dan Lenangguar-Teladan, adalah paket komitmen senilai sekitar Rp385 miliar dari APBN melalui skema multiyears,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Skema ini, tegasnya, dipilih untuk memastikan pembangunan dilakukan secara menyeluruh, berkualitas tinggi, dan berkelanjutan, jauh dari sekadar tempelan tambal sulam.

Bupati mengungkapkan bahwa perjuangan mengamankan anggaran ini tidak mudah. “Proyek tiga ruas jalan ini adalah buah dari lobi dan advokasi intensif tanpa lelah di tingkat pusat, didorong oleh jeritan hati masyarakat selatan yang butuh keadilan infrastruktur. Alhamdulillah, upaya itu membuahkan hasil. Sumbawa bahkan menjadi satu-satunya kabupaten di NTB yang memperoleh program Inpres Jalan Daerah tahun ini,” papar Bupati Jarot, menegaskan posisi strategis daerahnya.

Ruas Batu Dulang–Tepal sendiri adalah segmen krusial dari jaringan jalan selatan sepanjang kurang lebih 93 kilometer yang membentang dari Batu Dulang hingga Batu Rotok. Dari total panjang ruas sekitar 27 kilometer, sebanyak 20,5 kilometer telah selesai dibangun.

Pada fase ini, akan dilanjutkan pembangunan sepanjang 8,1 kilometer, termasuk alih trase Brang Tereng sepanjang 700 meter untuk mengatasi titik rawan dan meningkatkan standar keamanan jalan.

“Efeknya akan langsung terasa. Logistik komoditas unggulan seperti kopi dari sentra Batulanteh dan hasil bumi lainnya ke Kota Sumbawa akan lebih lancar, biaya transportasi turun, dan harga di tingkat petani bisa lebih kompetitif. Ini adalah fondasi untuk membangun kawasan agrowisata dan ekonomi baru,” jelas Bupati H. Jarot tentang manfaat jangka panjang yang diharapkan.

Dukungan terhadap kelancaran proyek juga disuarakan oleh Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah NTB, Rikson, ST., MT., yang hadir dalam kesempatan tersebut.

Ia menegaskan ruas jalan ini sebagai penunjang utama perekonomian masyarakat. “Kami berharap dukungan penuh, terutama dalam percepatan penyelesaian masalah lahan untuk ruas Tepal-Batu Rotok dan Lenangguar-Teladan, agar segera bisa memasuki tahap tender. Sinergi ini kunci keberhasilan,” pintanya.

Launching yang dihadiri oleh unsur forkopimda, tokoh masyarakat, dan perangkat daerah ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah penanda dimulainya transformasi ekonomi berbasis infrastruktur di wilayah selatan Sumbawa, mengakhiri penantian puluhan tahun dan mengukuhkan janji pemerataan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez