Sambut Lailatul Qadar, DPD PKS Sumbawa Gelar Gerakan I’tikaf 10 Malam Terakhir

3 menit membaca
Sahril
Headline News, POLITIK - 12 Mar 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Memasuki sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadah untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar. Menyemarakkan momen penuh berkah ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sumbawa resmi meluncurkan Gerakan Nasional I’tikaf dengan mengusung tema “Ramadhan, Bahagia bersama Keluarga”. Kegiatan ini akan berlangsung di berbagai masjid yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumbawa selama sepuluh malam terakhir Ramadhan.

I’tikaf atau berdiam diri di masjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Amalan ini menjadi sarana utama bagi kaum muslimin untuk merenung, memperbanyak doa, dan bermunajat, dengan harapan dapat bertemu dengan malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Ketua DPD PKS Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.Ap., MM.Inov, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen partai dalam membina keimanan dan ketakwaan kader sekaligus masyarakat luas. Menurutnya, sepuluh malam terakhir adalah momentum yang tidak boleh disia-siakan.

“Ini merupakan salah satu program unggulan DPD PKS Sumbawa dalam mengisi bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kami fokus di sepuluh malam terakhir dengan berharap keberkahan dari Allah SWT. Tujuan utamanya agar seluruh kader PKS Sumbawa, beserta keluarga dan masyarakat yang turut serta, dapat meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar yang setara dengan 83 tahun beribadah,” ungkap Nanang Nasiruddin kepada Nuansantb, Kamis (12/03/2026).

Nanang menambahkan, tema “Bahagia bersama Keluarga” sengaja diangkat untuk menekankan bahwa kebahagiaan hakiki tidak hanya bersifat materi, tetapi juga spiritual. Pihaknya mendorong para kader dan masyarakat untuk tidak hanya ber-i’tikaf secara individu, tetapi juga melibatkan anggota keluarga, seperti istri, suami, dan anak-anak yang sudah baligh. Dengan begitu, nilai-nilai Ramadhan dapat tertanam kuat dalam fondasi keluarga.

“Kami ingin masjid tidak hanya ramai saat shalat fardhu, tetapi juga menjadi pusat pembinaan keluarga. I’tikaf bersama keluarga akan menciptakan kenangan indah dan meningkatkan keharmonisan. Orang tua bisa mengajarkan anak-anaknya tentang keutamaan malam-malam terakhir Ramadhan, sehingga generasi muda kita mencintai masjid dan mencintai ibadah,” jelas pria yang akrab disapa Nanang itu.

Selama pelaksanaan i’tikaf, DPD PKS Sumbawa telah menyiapkan berbagai program pendukung, seperti kajian tematik seputar keutamaan Lailatul Qadar, tadarus Al-Qur’an bersama, serta penyediaan takjil dan makanan sahur sederhana bagi para peserta i’tikaf yang membutuhkan. Kegiatan ini direncanakan akan dipusatkan di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar dan masjid-masjid besar lainnya di setiap kecamatan yang menjadi basis kegiatan PKS.

Nanang berharap, Gerakan Nasional I’tikaf ini dapat menjadi pemantik semangat kebersamaan umat. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat Sumbawa untuk memanfaatkan sepuluh malam terakhir dengan sebaik-baiknya.

“Mari kita jadikan malam-malam ini sebagai titik balik perbaikan diri. Tinggalkan sejenak hiruk-pikuk dunia, fokuskan hati dan pikiran hanya kepada Allah. Kami membuka pintu seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin bergabung. Tidak ada sekat politik atau golongan, ini murni ibadah untuk meraih ridha Allah SWT,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan ketakwaan, DPD PKS Sumbawa optimis bahwa Gerakan I’tikaf ini tidak hanya akan melahirkan pribadi-pribadi yang bertakwa, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar sesama muslim di Bumi Samawa.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez