
Sumbawa, Nuansantb.id– Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menggencarkan langkah nyata dalam penanganan pascabencana kebakaran yang melanda Desa Kalimango, Kecamatan Alas.
Rapat Koordinasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi digelar pada Kamis (26/03/2026) sebagai upaya percepatan pemulihan hunian, infrastruktur dasar, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP. Turut hadir dalam forum koordinasi ini sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta Ketua Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., MM.Inov.
Kehadiran berbagai unsur ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan sinergi lintas sektor dalam setiap tahap penanganan bencana.
Dalam arahannya, Sekda Budi Prasetiyo menekankan pentingnya langkah percepatan yang tidak hanya cepat, tetapi juga terukur dan tepat sasaran. Fokus utama rapat ini difokuskan pada tiga pilar utama, yakni pemulihan hunian warga yang rusak, pembangunan kembali infrastruktur dasar seperti akses jalan, air bersih, dan listrik, serta pemenuhan dukungan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang masih berada dalam masa transisi pascabencana.
“Melalui sinergi lintas perangkat daerah dan pihak terkait, kami memastikan proses penanganan berjalan terarah, tepat sasaran, dan mampu mengembalikan kondisi masyarakat secepat mungkin,” ujar Doktor Budi.
Lebih lanjut, ia menginstruksikan agar setiap OPD segera mematangkan rencana aksi (action plan) yang terintegrasi. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman diminta untuk segera melakukan asesmen ulang terhadap rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat guna menentukan skala prioritas bantuan rehab. Sementara itu, Dinas Sosial diinstruksikan untuk memastikan distribusi logistik dan bantuan darurat masih berjalan optimal, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.
Tak ketinggalan, peran Baznas Kabupaten Sumbawa turut menjadi sorotan penting dalam rakor tersebut, yang meminta kesiapan lembaganya untuk berkontribusi melalui program pemberdayaan ekonomi dan pembangunan kembali rumah warga terdampak.
“Selain bantuan langsung, pemulihan jangka panjang perlu didukung dengan penguatan ekonomi masyarakat agar mereka dapat bangkit kembali secara mandiri,” jelas Doktor Budi.
Rapat koordinasi ini juga membahas mekanisme percepatan pencairan dana hibah bencana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dana tak terduga. Sekda menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran tersebut, mengingat penanganan bencana merupakan bagian dari pelayanan publik yang sangat diawasi oleh masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah kecamatan dan desa setempat diminta untuk terus menjalin komunikasi aktif dengan warga terdampak. Pendataan ulang secara partisipatif pun menjadi salah satu poin penting agar tidak ada warga yang terlewat dari sasaran bantuan.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menargetkan dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Desa Kalimango sudah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Dengan pendekatan kolaboratif dan langkah yang sinergis, optimisme untuk memulihkan kondisi masyarakat terdampak kebakaran secara utuh dan berkelanjutan terus dijaga.
“Kami tidak akan berhenti sampai masyarakat benar-benar pulih. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Sekda Budi mengakhiri rapat yang berlangsung dengan penuh komitmen tersebut.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar