
Sumbawa, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mengakselerasi upaya perbaikan gizi masyarakat melalui peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di lingkungan Mapolsek Kota Polres Sumbawa, Rabu (08/04/2026).
Peresmian yang berlangsung khidmat itu dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., mewakili Bupati Sumbawa. SPPG yang mulai dibangun pada Agustus 2025 ini dihadirkan sebagai bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan jajaran kepolisian dalam menjawab tantangan gizi kronis yang masih membayangi daerah tersebut.
Pada kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Doktor Budi itu menegaskan bahwa SPPG bukan sekadar fasilitas fisik biasa. “Mewakili Bupati Sumbawa, kami menegaskan bahwa kehadiran SPPG yang dibangun sejak Agustus 2025 ini bukan sekadar fasilitas, tetapi bagian dari kerja bersama untuk menjawab tantangan nyata, termasuk angka stunting yang masih berada di kisaran 29,8 persen,” ujarnya.
Data tersebut, menurut Doktor Budi, menjadi alarm sekaligus pemicu semangat kolektif seluruh pemangku kepentingan di Bumi Samawa. Ia mengingatkan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan semua sektor, termasuk kepolisian yang memiliki jangkauan hingga tingkat desa.
“Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan kepada Polri dan Polres Sumbawa atas peran aktifnya menghadirkan solusi yang membumi. Ini bukan hanya tentang program, tetapi tentang memastikan masa depan generasi Sumbawa tumbuh lebih sehat dan berdaya,” lanjutnya.
Doktor Budi juga memaparkan capaian progresif yang telah dilakukan Kabupaten Sumbawa dalam setahun terakhir. Hingga awal April 2026, tercatat 11 SPPG telah beroperasi dan melayani masyarakat di berbagai kecamatan. Meski jumlah tersebut masih jauh dari target akhir, optimisme tetap menyala.
“Dengan 11 SPPG yang telah beroperasi hingga awal April 2026, kita tetap optimis target 122 dapur pada 2027 dapat tercapai secara bertahap dan berkualitas di Kabupaten Sumbawa,” tegasnya.
Target ambisius 122 unit dapur SPPG pada 2027 dinilai realistis mengingat dukungan lintas sektor yang terus mengalir. Doktor Budi menekankan bahwa setiap dapur yang beroperasi harus menjaga kualitas layanan, bukan sekadar mengejar kuantitas. Pelibatan Polri melalui SPPG di Polres Sumbawa diharapkan menjadi model kolaborasi yang bisa direplikasi oleh institusi lain.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Sekda didampingi Kapolres Sumbawa beserta jajaran Forkopimda. Usai seremoni, rombongan meninjau langsung fasilitas dapur, ruang layanan, serta skema distribusi makanan bergizi yang akan disalurkan kepada keluarga rentan dan balita berisiko stunting.
Dengan hadirnya SPPG Polres Sumbawa, harapan baru bagi percepatan penurunan stunting di wilayah ini kian terbuka. Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan menjadi bukti bahwa persoalan gizi adalah tanggung jawab bersama, bukan semata urusan dinas kesehatan. Masyarakat pun menanti dampak nyata dari dapur-dapur harapan yang mulai tersebar di seluruh penjuru Sumbawa.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar