
SUMBAWA, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa secara resmi meluncurkan Program Kartu Sumbawa Pintar (KSP) Tahun 2026, Senin (20/07/2026). Program unggulan pemerintahan Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori ini menjadi komitmen nyata Pemda Sumbawa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perluasan akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Sumbawa, Arif Alamsyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa Pemkab Sumbawa telah menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar daerah. Mitra tersebut meliputi Universitas Samawa (UNSA), Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Akademi Olat Maras (AKOM), STAIS Sumbawa, STIKES Griya Husada, STAI NW Samawa, serta Universitas Mataram (UNRAM).

“Kami terus memperluas jaringan kerja sama agar anak-anak Sumbawa memiliki pilihan lebih banyak untuk mengenyam pendidikan tinggi berkualitas,” ujar Arif.
Data menunjukkan perkembangan signifikan program beasiswa ini. Pada 2024, beasiswa disalurkan kepada 591 mahasiswa dengan total anggaran Rp9.109.585.000. Tahun 2025, jumlah penerima meningkat menjadi 679 mahasiswa dengan anggaran Rp17.394.125.000, termasuk kerja sama dengan Universitas Mataram bagi 15 mahasiswa Program Kedokteran dan Farmasi dengan pembiayaan tahun pertama Rp2.266.250.000. Memasuki 2026, Pemkab menyalurkan beasiswa kepada 459 mahasiswa dengan total anggaran Rp7.547.050.000, ditambah alokasi Rp2.782.500.000 untuk tahun kedua program kemitraan UNRAM.
Pelaksanaan formal KSP baru dilakukan pada 2026 karena tahun 2025 merupakan masa transisi pemerintahan setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, sekaligus penyesuaian program ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Bupati Jarot: KSP Bukan ATM, tapi Identitas Kebanggaan
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, menegaskan bahwa KSP merupakan salah satu program unggulan yang dirancang sebagai wujud komitmen pembangunan sumber daya manusia.
“Ini merupakan ikhtiar kami pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM Sumbawa serta pemerataan penerima hingga ke pelosok desa,” ungkap Bupati Jarot.
Orang nomor satu di Sumbawa itu juga memberikan penekanan penting terkait makna Kartu Sumbawa Pintar. “KSP ini bukan ATM. Ini adalah identitas resmi bagi para mahasiswa yang menerima bantuan beasiswa dengan pengaturan administrasi yang baik,” tegasnya.
Bupati berharap bantuan ini terus ditingkatkan setiap tahunnya. “Semoga semakin banyak anak-anak daerah yang terakomodir dan dapat berkuliah di universitas unggulan maupun universitas yang ada di Kabupaten Sumbawa,” pungkasnya.
Pada acara tersebut, Bupati Jarot secara simbolis menyerahkan Kartu Sumbawa Pintar kepada perwakilan mahasiswa penerima beasiswa sekaligus memberikan arahan mengenai pentingnya peningkatan kualitas pendidikan sebagai investasi pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan, KSP dirancang sebagai program unggulan yang dijalankan secara terintegrasi, transparan, dan akuntabel, serta terus ditingkatkan kualitas maupun jangkauannya pada tahun-tahun mendatang. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menjamin kesempatan pendidikan tinggi, meringankan beban biaya kuliah, sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar