Bupati Sumbawa Kawal Penerbangan Komersial Kembali Aktif, Runway 1.480 Meter Kunci Konektivitas

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 29 Sep 2026

Sumbawa, Nuansantb.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya mengaktifkan kembali penerbangan maskapai komersial di Bandara Sumbawa. Bupati Sumbawa Ir H Syarafuddin Jarot MP menyatakan konektivitas udara merupakan salah satu agenda strategis yang dikawal pemerintah daerah untuk mendukung investasi, pariwisata, dan aktivitas ekonomi. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Sumbawa, Senin (28/09/2026).

Menurut Bupati, Bandara Sumbawa memiliki panjang landasan pacu mencapai 1.480 meter. Panjang runway tersebut dinilai cukup untuk mendukung pengoperasian sejumlah jenis pesawat komersial, sehingga peluang menghadirkan kembali maskapai penerbangan komersial ke Sumbawa tetap terbuka. Pemerintah daerah kini mendorong agar penerbangan maskapai komersial kembali aktif sehingga konektivitas udara Sumbawa dapat diperkuat.

“Konektivitas udara menjadi salah satu agenda yang dikawal pemerintah daerah untuk mendukung investasi, pariwisata, dan aktivitas ekonomi,” ujar Bupati Jarot.

Ia menegaskan, upaya mengaktifkan kembali penerbangan komersial bukan sekadar persoalan transportasi. Kehadiran penerbangan reguler akan memperpendek waktu tempuh, mempermudah mobilitas orang dan barang, serta membuka akses lebih luas bagi investor, wisatawan, dan pelaku usaha. Dampaknya diharapkan terasa pada pergerakan investasi dan pariwisata, terutama di kawasan strategis Sumbawa.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menempatkan penguatan konektivitas udara sebagai bagian dari agenda strategis bersama sejumlah program lain. Di antaranya pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota dan pengembangan Industri Garam Nasional. Ketiga agenda itu dinilai saling terkait. KEK Samota membutuhkan akses transportasi yang memadai agar kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi kawasan dapat tumbuh. Sementara Industri Garam Nasional memerlukan dukungan logistik dan distribusi yang efisien, termasuk melalui jalur udara untuk kebutuhan tertentu.

Menurut Bupati, kemudahan akses transportasi udara juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di Kabupaten Sumbawa. Selama ini, keterbatasan penerbangan komersial menjadi salah satu tantangan dalam mempercepat arus kunjungan dan investasi. Dengan kembali aktifnya maskapai komersial, Sumbawa dapat lebih kompetitif sebagai tujuan wisata dan lokasi usaha.

“Penguatan konektivitas udara diharapkan memberikan dampak terhadap pergerakan investasi dan pariwisata. Selain itu, kemudahan akses transportasi udara juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di Kabupaten Sumbawa,” jelasnya.

Pemerintah daerah menilai konektivitas menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung agenda pembangunan dan menarik aktivitas ekonomi baru ke Sumbawa. Karena itu, berbagai langkah terus dikawal, mulai dari koordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan, promosi potensi daerah, hingga penyiapan dukungan infrastruktur dan layanan bandara.

Bupati menambahkan, keberadaan Bandara Sumbawa dengan runway 1.480 meter menjadi modal awal yang perlu dioptimalkan. Meski demikian, pengaktifan kembali penerbangan komersial memerlukan kerja sama lintas pihak, termasuk maskapai, otoritas bandara, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen menjembatani kebutuhan tersebut agar layanan penerbangan dapat kembali melayani masyarakat.

Bagi daerah, hadirnya penerbangan komersial tidak hanya memangkas biaya dan waktu perjalanan. Penerbangan juga menjadi pintu masuk bagi wisatawan yang ingin menikmati destinasi unggulan, seperti kawasan Samota dan berbagai potensi bahari Sumbawa. Sektor usaha kecil, perhotelan, kuliner, dan jasa transportasi diperkirakan ikut merasakan manfaat ketika kunjungan meningkat.

Pemkab Sumbawa berharap seluruh pemangku kepentingan mendukung agenda ini. Dengan kolaborasi yang kuat, penerbangan komersial di Bandara Sumbawa dapat kembali aktif, memperkuat konektivitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Hadirnya penerbangan komersial juga diyakini memperkuat posisi Sumbawa dalam peta konektivitas regional di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Langkah tersebut kini menjadi bagian dari agenda yang tengah dikawal Pemkab Sumbawa,” tegas Bupati. (Ril)

Editor: Redaksi Nuansantb.id

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez