
Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Kabupaten Sumbawa mencatat sejarah baru dalam pengembangan komoditas kopi. Pemerintah daerah bersama PT. Kalimantan Prima Persada (KPP) resmi meluncurkan Program Pengembangan Agroforestri Kopi di Desa Lawin dan Lebangkar, Kecamatan Ropang.
Acara kick-off digelar di La Grande Ballroom, Selasa (29/04/2025) ini menandai dimulainya inisiatif strategis yang menggabungkan peningkatan produksi kopi dengan pelestarian lingkungan.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyatakan bahwa program ini merupakan langkah konkret mewujudkan Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.
“Kopi Sumbawa bukan hanya unggul di NTB, tapi juga menjadi prioritas nasional. Data BPS mencatat, kontribusi kami mencapai 52,41% dari total produksi NTB pada 2021. Ini potensi besar yang harus kita optimalkan,” tegas Bupati Jarot.
Ia meminta Dinas Pertanian, Koperasi-UKM, dan Bappeda segera menyusun rencana percepatan hilirisasi kopi berbasis agroforestri. “Program ini harus jadi model percontohan yang bisa direplikasi di daerah lain,” tambahnya.
### *Agroforestri: Tingkatkan Produksi, Jaga Kelestarian Alam*
Program ini mengadopsi pendekatan agroforestri, menggabungkan budidaya kopi dengan tanaman kayu-kayuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Sumbawa menjadi daerah ketiga di Indonesia yang menjalankan inisiatif ini setelah Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.
Daniel Angga Sembara, CSR Manager KPP Mining, menjelaskan bahwa program ini mencakup, Pelatihan teknis bagi petani, pendampingan berkelanjutan serta penyediaan akses pasar dan teknologi.
“Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat kunci keberhasilannya. Kami berkomitmen menciptakan dampak jangka panjang,” ujarnya.
Adapun targetnya yakni Petani Sejahtera, lingkungan terjaga dan program ini diharapkan dapat : meningkatkan produktivitas kopi Sumbawa, memberikan nilai tambah bagi petani lokal dan menjaga kelestarian hutan melalui sistem agroforestri.
Bupati Jarot menegaskan, “Ini bukan hanya tentang produksi, tapi juga tentang keberlanjutan dan kesejahteraan petani.”
Dengan diluncurkannya program ini, Sumbawa semakin memperkuat posisinya sebagai produsen kopi terbesar di NTB sekaligus menjadi contoh pengembangan komoditas unggulan berbasis lingkungan. (Nuansa)

Tidak ada komentar