
Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Kabupaten Sumbawa bersiap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi maritim terdepan di Indonesia Timur. Hal ini ditegaskan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP dalam pertemuan strategis dengan Dirjen Pengelolaan Kelautan KKP, A. Koswara, Rabu (30/04/2025).
Dikatakan Bupati, Sumbawa harus segera berbenah dengan melakukan terobosan besar melalui pengembangan tambak modern berbasis teknologi. Kemudian ekspansi budidaya perikanan skala industri dan revolusi infrastruktur pesisir terintegrasi.
“Tak hanya garam, kami targetkan pesisir Sumbawa menjadi magnet investasi maritim. Dengan 250 km garis pantai, kami punya modal besar untuk jadi pusat ekonomi kelautan terintegrasi,” tegas Bupati Jarot penuh semangat.
“Ini momentum emas. Dengan sinergi pusat-daerah, Sumbawa siap jadi contoh sukses pembangunan maritim berbasis masyarakat,” ungkapnya.
Adapun fakta pendukung untuk merealisasikan harapan dan keinginan Bupati Jarot yakni dimana di kabupaten sumbawa, potensi lahan tambak 5.000 Ha belum tergarap optimal. Kemudian produksi perikanan tahun 2025 sebesar 82.000 ton dan adanya rencana pembangunan pelabuhan perikanan terpadu.
Sementara untuk dampak yang diharapkan bila hal tersebut terwujud, tentunya akan adanya penyerapan tenaga kerja lokal 5.000 orang, peningkatan PDRB sektor kelautan hingga 25% dan pengurangan ketergantungan impor hasil laut.
Sedangkan untuk aksi nyata yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai saat ini yakni penyiapan kawasan ekonomi khusus maritim, pelatihan SDM kelautan berstandar nasional dan kemudahan perizinan bagi investor
Komitmen KKP melalui Dirjen Pengelolaan Kelautan, A. Koswara mengatakan bahwa Sumbawa masuk dalam 3 besar prioritas nasional untuk pengembangan ekonomi biru. “Kami akan dukung penuh dengan Alokasi anggaran khusus, Transfer teknologi dan Pembangunan infrastruktur pendukung dan Kami jadikan Sumbawa sebagai laboratorium ekonomi biru terdepan di Indonesia Timur,” pungkasnya. (Nuansa)

Tidak ada komentar