Wabup Ansori Paparkan 4 Gerakan Strategis Pemkab Sumbawa Menuju Perubahan

2 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 29 Jun 2025

Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah di Masjid Agung Nurul Huda, Sumbawa Besar, menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa untuk memperkuat komitmen pembangunan berbasis keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.

Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, hadir sebagai pembicara kunci dan menekankan pentingnya semangat hijrah sebagai dasar perubahan menuju Sumbawa yang lebih maju.

“Hijrah bukan sekadar perpindahan, tapi keberanian meninggalkan kebiasaan lama menuju tatanan hidup yang lebih baik. Inilah semangat yang harus kita tularkan dalam pembangunan Sumbawa,” tegas Haji Ansori di hadapan jamaah, Sabtu (28/06/2025) malam.

Empat Gerakan Strategis Pemkab Sumbawa Menuju Perubahan

Wabup Haji Ansori memaparkan empat inisiatif prioritas Pemkab Sumbawa yang sejalan dengan nilai-nilai Islam: Pertama, Gerakan Shalat Subuh Berjamaah – Memperkuat spiritualitas sekaligus kebersamaan masyarakat.

Kedua, Gerakan Bershadaqah – Membudayakan memberi untuk mengatasi kesenjangan sosial.

Ketiga, Gerakan Zakat Profesi – Mendorong tanggung jawab sosial para profesional dan ASN.

Keempat, Dukungan Penuh MTQ Kabupaten– Digelar 29 Juni–6 Juli 2025 di Samota, sebagai upaya melestarikan Al-Qur’an di kalangan generasi muda.

“MTQ bukan sekadar lomba, tapi sarana kita memuliakan Al-Qur’an dan memperkuat identitas religius masyarakat Samawa,” ajaknya.

Respons Terhadap Isu Aktual

Wabup Haji Ansori juga menyoroti langkah konkret Pemkab dalam menangani isu strategis, seperti peninjauan langsung ke agen gas elpiji 3 kg untuk memastikan distribusi lancar bagi ibu rumah tangga dan pelaku UMKM. “Kami turun ke lapangan karena solusi terbaik lahir dari dialog langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Tak kalah penting, ia menyambut positif kedatangan 488 personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes. “Mereka bukan hanya untuk pertahanan, tapi juga mitra pembangunan dan pemberdayaan warga,” jelasnya.

Ustadz H. Ardi Suzami, dalam tausiyahnya, mengingatkan jamaah agar menjadikan Muharram sebagai momentum evaluasi diri. “Seberapa jauh peningkatan ibadah kita? Seberapa besar kontribusi kita untuk masyarakat?” pesannya.

Ia mengajak warga meneladani solidaritas kaum Anshar dan Muhajirin, serta mengoptimalkan potensi daerah untuk kemajuan bersama. “Dengan kolaborasi, Sumbawa yang unggul dan sejahtera bukan sekadar mimpi,” tutupnya.

Editor/Pemred: Sahril Imran

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez