Harmonisasi Jarot-Ansori di Atas Kendaraan Politik, Wujudkan Sumbawa Unggul Maju dan Sejahtera

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan, POLITIK - 19 Des 2025

Sumbawa, Nuansantb.id – Semangat gotong royong politik diperagakan dengan elok oleh Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, dan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori dalam pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Sumbawa di Hotel La Grande, Kamis (18/12/2025).

Kehadiran Haji Ansori, yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Sumbawa, pada acara yang melantik Bupati Jarot sebagai Ketua DPD Partai NasDem Sumbawa periode 2025–2030, menjadi simbol nyata sinergi lintas partai yang mengedepankan pembangunan daerah.

Pernyataan Kuat Wabup Ansori: Politik untuk Rakyat, Bukan Sekadar Identitas

Dalam wawancara eksklusif di sela acara, Wakil Bupati Ansori menegaskan filosofi kepemimpinannya bersama Bupati Jarot. Ia menyatakan bahwa partai politik hanyalah “kendaraan” untuk mencapai tujuan utama, yakni kesejahteraan rakyat Sumbawa.

“Mindset kita harus diubah dalam memandang partai politik. Jarot-Ansori adalah simbol sinergi pemerintahan yang menempatkan kepentingan rakyat dan daerah di atas kepentingan politik,” tegas Haji Ansori, seraya menekankan bahwa harmoni ini penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan keberlangsungan pembangunan.

Wabup Ansori mengakui, perbedaan latar belakang partai—Jarot dari NasDem dan dirinya dari Gerindra—tidak menjadi penghalang, melainkan kekuatan untuk memperluas jaringan kolaborasi. Tujuan utama mereka adalah menjadikan Sumbawa sebagai wilayah yang “unggul, maju, dan sejahtera,” serta disegani sehingga tidak dipandang sebelah mata. “Semua itu butuh dukungan seluruh masyarakat Sumbawa,” tambahnya.

Dukungan Penuh untuk Kepemimpinan Baru Partai

Haji Ansori juga menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Bupati Jarot sebagai Ketua DPD Partai NasDem Sumbawa. Dalam kepengurusan baru ini, Jarot didampingi Zulfikar Demitry, SH., MH. (Wakil Ketua III DPRD Sumbawa) sebagai Sekretaris DPD dan Junaidi, S.Ap., MM.Inov sebagai Bendahara.

Jarot sendiri, dalam sambutannya, menyebut pelantikan ini sebagai momen bersejarah dan komitmen untuk melanjutkan tradisi NasDem dalam mencetak pemimpin daerah. Ia menegaskan bahwa pengurus partai harus bekerja keras, nyata, dan sungguh-sungguh untuk memperjuangkan kepentingan daerah.

Kemitraan Jarot-Ansori telah terbangun sejak Pilbup Sumbawa 2024, di mana pasangan ini meraih 102.923 suara (39,33%). Menariknya, hubungan ini menunjukkan kedewasaan politik: pada 2023, Jarot berpindah dari Gerindra ke NasDem, dan saat itu Ansori, sebagai Ketua DPC Gerindra Sumbawa, justru memberikan ucapan selamat dengan tulus.

Visi mereka yang tertuang sejak deklarasi Pilkada 2024 berfokus pada empat pilar:

Pertama, Pertanian dan Industri Lokal: Penataan distribusi pupuk, bibit, dan pengembangan industri pengolahan jagung untuk stabilisasi harga.

Kedua, Infrastruktur: Peningkatan konektivitas jalan (saat ini hanya 48,9% dalam kondisi baik) dan jembatan.

Ketiga, Tata Kelola Pemerintahan: Penciptaan zona integritas bebas korupsi dan penyederhanaan perizinan.

Keempat, Pariwisata dan UMKM: Pengembangan konektivitas destinasi wisata seperti Pulau Moyo dan kemudahan akses permodalan bagi UMKM.

Ketua DPW Partai NasDem NTB, Mori Hanafi, juga mantan Kader Gerindra yang memimpin pelantikan, turut menekankan pentingnya kerja kolektif, komunikasi lintas partai, dan dukungan kepada pemerintahan pusat. Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga seluruh pengurus harus aktif menjalankan peran.

Kehadiran Ansori dalam pelantikan pengurus partai yang berbeda—bahkan yang pernah “ditinggalkan” oleh rekannya—menunjukkan bahwa kepemimpinan mereka dibangun di atas fondasi saling percaya dan tujuan bersama yang lebih besar. Harmoni Jarot-Ansori bukan sekadar retorika, tetapi operasionalisasi pemerintahan yang transparan, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat Sumbawa.

Dengan komitmen untuk menjadikan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera, duet ini membuktikan bahwa dalam demokrasi yang sehat, perbedaan kendaraan politik justru dapat menjadi mesin penggerak pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez