
Sumbawa, Nuansantb.id – Suasana Gedung KONI Kabupaten Sumbawa, Sabtu (30/05/2026), terlihat begitu semarak. Sebanyak 32 peserta dari berbagai kalangan memadati ruangan untuk mengikuti Kejuaraan Billiard Room B Tournament nomor bola 8. Turnamen yang didukung penuh oleh Bank NTB Syariah ini bukan hanya ajang adu kemampuan, melainkan juga panggung untuk mempererat tali persaudaraan.
Pembukaan kejuaraan ditandai dengan pemukulan bola putih secara simbolis oleh Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si. Di hadapan para peserta dan official, ia menyampaikan bahwa esensi tertinggi dari kompetisi ini bukanlah sekadar mencari pemenang.
“Kejuaraan ini mengusung semangat kebersamaan dan silaturahim. Namun demikian, sportivitas tetap harus dijunjung tinggi,” ujar Abdul Rafiq saat membuka kegiatan.
Menurutnya, gelaran turnamen billiard ini dirancang sebagai wadah bagi para pencinta olahraga biliar di Bumi Samawa untuk saling bertemu, berbagi pengalaman, dan menjalin hubungan yang lebih erat. Ia menegaskan bahwa di tengah kesibukan sehari-hari, momen seperti ini jarang terjadi sehingga perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya.
“Intinya, kemenangan bukan menjadi tujuan utama. Kita bergembira bersama dan mempererat silaturahim, karena itu lebih penting dari segalanya,” tegas Abdul Rafiq.
Ketua KONI yang juga Ketua DPRD Sumbawa periode 2019-2024 itu mengapresiasi dukungan penuh dari Bank NTB Syariah yang turut memfasilitasi hadiah dan perlengkapan turnamen. Kerja sama antara institusi perbankan dan organisasi olahraga, katanya, menjadi contoh sinergi positif untuk memajukan prestasi dan kebersamaan di daerah.
Para peserta yang hadir tampak antusias. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pegawai swasta, Wartawan hingga pengusaha muda. Sistem pertandingan menggunakan gugur ganda, di mana setiap peserta berkesempatan menunjukkan kemampuannya dalam mengontrol bola dan taktik bermain.
Pada kesempatan tersebut, Abdul Rafiq juga mengingatkan bahwa olahraga billiard kerap dipandang sebelah mata sebagai kegiatan rekreasi semata. Padahal, dengan aturan yang ketat dan teknik yang terukur, billiard membutuhkan konsentrasi tinggi, kesabaran, serta perhitungan matematis. Turnamen ini, lanjutnya, menjadi bukti bahwa billiard layak disebut sebagai olahraga prestasi.
“Jangan anggap remeh billiard. Di level nasional bahkan internasional, olahraga ini sudah dipertandingkan secara resmi. Kami di KONI Sumbawa terus berupaya membina atlet-atlet muda agar bisa bersaing lebih tinggi,” tambahnya.
Abdul Rafiq menutup sambutannya dengan pesan inspiratif. “Jadikan meja billiard ini sebagai tempat kita belajar: kadang kalah, kadang menang. Tapi yang tak pernah kalah adalah silaturahim kita. Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, dan jaga nama baik Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.
Ketua Panitia pelaksana, Lukmanul Hakim menargetkan turnamen ini berlangsung selama tiga hari ke depan. Setiap pertandingan disaksikan oleh wasit bersertifikat dari Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) NTB.
“Aturan Bola 8 yang kita terapkan ini sama sebagaimana aturan umum di pertandingan Billiard nasional dan dipantau secara ketat oleh wasit yang telah ditetapkan oleh panitia. Mari kita junjung sportifitas,” pungkas Lukman.
Dengan semangat “Bersama Kita Bisa, Sportif Kita Menang”, kejuaraan ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan. Para peserta pun optimistis bahwa turnamen semacam ini akan melahirkan bibit-bibit unggul billiard asli Sumbawa yang mampu berprestasi hingga tingkat provinsi dan nasional.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar