
SUMBAWA, Nuansantb.id — Puncak peringatan Satu Dasawarsa Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela berlangsung khidmat di Auditorium Sang Surya, Sabtu (18/07/2026). Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, bersama jajaran Forkopimda, secara khusus mendampingi rombongan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih yang hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto.
Kehadiran para pejabat tinggi negara ini menjadi penanda betapa besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap kiprah PMI Dea Malela. Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) RI Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof. Abdul Mu’ti, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq.
Pesan Wakil Bupati: Dea Malela Kebanggaan Sumbawa
Dalam sambutannya di hadapan para menteri dan ribuan santri, Wakil Bupati Ansori menyampaikan apresiasi mendalam atas perjalanan PMI Dea Malela yang telah mengangkat nama Sumbawa ke kancah internasional.
“Satu dasawarsa bukanlah waktu yang singkat. PMI Dea Malela telah membuktikan bahwa dari pelosok Sumbawa, lahir generasi-generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global. Ini adalah kebanggaan bagi seluruh masyarakat Sumbawa,” ujar Wabup Ansori.
Wabup Ansori juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan terus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan PMI Dea Malela. Menurutnya, keberadaan pesantren ini sejalan dengan visi besar daerah dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
“Kami di Pemerintah Kabupaten Sumbawa sangat berkomitmen untuk mendukung program-program pendidikan yang berbasis karakter. PMI Dea Malela adalah mitra strategis kami dalam membangun peradaban,” tegasnya.
Dukungan Penuh Pemerintah Pusat
Mewakili Presiden Prabowo Subianto, Menko Yusril Ihza Mahendra menyampaikan salam hangat dan apresiasi mendalam kepada pendiri PMI Dea Malela, Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, beserta seluruh jajaran pengasuh dan santri. Ia menekankan bahwa visi pesantren ini sejalan dengan Asta Cita pemerintahan Prabowo, terutama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, penguatan sains dan teknologi, serta pemantapan ideologi bangsa.
“Presiden Prabowo Subianto menaruh harapan besar pada lembaga pendidikan seperti Pesantren Modern Internasional Dea Malela. Dalam satu dekade perjalanannya, pesantren ini telah membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual dan berwawasan global, tetapi juga kokoh secara spiritual dan berakhlak mulia,” ujar Yusril membacakan pesan presiden.
Yusril juga menyoroti keberadaan santri multinasional di PMI Dea Malela yang berasal dari berbagai negara seperti Rusia, Thailand, Kamboja, Filipina, hingga Timor Leste. Hal ini, menurutnya, membuktikan bahwa Indonesia mampu menjadi kiblat peradaban Islam yang moderat (wasathiyah) dan damai di mata dunia.
Sementara itu, Menteri Dikdasmen Prof. Abdul Mu’ti menilai keberadaan PMI Dea Malela sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo, yakni membentuk generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul. Ia pun mengajak para santri untuk terus bersemangat meraih cita-cita.
“Masa depan kalian dimulai dari Dea Malela ini. Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh. Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil,” pesannya kepada para santri.
Dari Sumbawa ke Dunia
Mengusung visi From Sumbawa to the World, PMI Dea Malela yang didirikan pada 18 Juni 2016 oleh tokoh ulama dan intelektual nasional Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, kini telah bertransformasi menjadi salah satu pusat pendidikan Islam visioner di Indonesia Timur. Nama “Dea Malela” sendiri diambil dari ulama kharismatik asal Gowa-Makassar, Ismail Dea Malela, yang dikenal sebagai penyebar Islam ikonik di Sumbawa dan wilayah Nusantara hingga diasingkan kolonial ke Cape Town, Afrika Selatan.
Dalam satu dekade, pesantren yang berlokasi di Desa Pemangong, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa ini telah melahirkan lebih dari 100 alumni yang kini melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi bergengsi di dalam dan luar negeri, seperti UI, IPB, ITS, Rusia, Amerika Serikat, Turki, Tiongkok, hingga Mesir.
Acara puncak milad diawali dengan Sujud Syukur sebagai ungkapan rasa syukur atas capaian para alumni, dilanjutkan dengan Dialog Motivasi yang menghadirkan para alumni berprestasi. Kehadiran para menteri ini sekaligus menegaskan bahwa PMI Dea Malela bukan hanya kebanggaan Sumbawa, tetapi juga bagian dari strategi nasional dalam menyiapkan generasi emas Indonesia menuju 2045.
(Nuansantb.id)

Tidak ada komentar