
Badung, Nuansantb.id – Sebanyak 30 dari 60 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PKN II) Angkatan XIII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Nusa Tenggara Barat tengah menjalani rangkaian Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di Provinsi Bali dan Kabupaten Badung pada 20-24 Juli 2026. Kegiatan visitasi ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan adaptif bagi para pejabat eselon II di lingkungan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB.
Turut serta dalam kegiatan bergengsi ini, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori, M.SE, serta Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi NTB, Wirawan Ahmadi. Keikutsertaan kedua pejabat tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Pemerintah Provinsi NTB dalam mencetak pemimpin birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Visitasi Kepemimpinan Nasional kali ini mengambil lokus Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Badung dengan fokus utama pada praktik terbaik (best practices) pengelolaan pariwisata dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kegiatan ini tidak sekadar studi banding, melainkan momen pembelajaran nyata (lesson learnt) yang sangat relevan dengan Triple Agenda Pemerintah Provinsi NTB yang termaktub dalam RPJMD, yaitu pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, dan pariwisata berkelas dunia.
Empat subtema strategis diusung dalam visitasi ini, yaitu Kepemimpinan Adaptif untuk Mewujudkan Strategi Penurunan Angka Kemiskinan Ekstrem; Kepemimpinan Adaptif untuk Mewujudkan Strategi Penanggulangan Perekonomian Kawasan Regional Bali, NTB, NTT (KRBNN); Kepemimpinan Adaptif untuk Mewujudkan Strategi Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; serta Kepemimpinan Adaptif untuk Mewujudkan Strategi/Inovasi dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
Asisten III Setda Sumbawa, Rachman Ansori, M.SE, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan berharga bagi pengembangan kapasitas kepemimpinan di daerah. “Visitasi ini membuka cakrawala baru bagi kami para peserta tentang bagaimana daerah lain mengelola potensi pariwisata dan meningkatkan PAD secara optimal. Pengalaman ini akan kami bawa pulang untuk diadaptasi sesuai dengan karakteristik dan potensi yang dimiliki Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Wirawan Ahmadi, menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. “Kerja sama regional melalui KRBNN menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kecil dan koperasi di NTB. Melalui pembelajaran di Bali dan Badung, kami ingin memastikan bahwa ekosistem koperasi dan UKM di NTB semakin kuat dan terintegrasi dengan sistem digital,” jelasnya.
Hasil dari pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi usulan policy brief bagi para pimpinan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Dengan mengusung tema “Kepemimpinan Adaptif dalam Mengelola Agenda Strategis Daerah untuk Mewujudkan Resiliensi Tata Kelola Pemerintahan Daerah”, PKN II Angkatan XIII Tahun 2026 menjadi wadah strategis bagi para peserta untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring sinergi antarinstansi, serta menghadirkan inovasi dan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan daerah.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar