
Sumbawa, Nuansantb.id – Aroma tanah basah bercampur asap knalpot memenuhi udara sore di Desa Maronge, Sabtu (01/08/2026). Ratusan pasang mata tertuju pada lintasan lumpur yang menantang, tempat para joki ojek gabah bersiap menggeber mesin. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, secara resmi melepas peserta Kejuaraan Balap Ojek Gabah yang digelar di Kecamatan Maronge—sebuah event yang bukan sekadar ajang adu kecepatan, melainkan strategi jitu menggerakkan ekonomi desa.
Kejuaraan yang berlangsung meriah ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Sebagian besar berprofesi sebagai ojek gabah—pengangkut hasil panen yang sehari-hari mengarungi medan berat. Motor-motor mereka telah dimodifikasi khusus, dirancang untuk melibas lintasan ekstrem yang memacu adrenalin sekaligus menghibur ribuan penonton yang memadati area sirkuit.
Ruang Ekspresi bagi Ojek Gabah
Wabup H. Ansori memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kejuaraan ini. Menurutnya, event ini memberi ruang bagi masyarakat, khususnya para ojek gabah, untuk menyalurkan hobi dan bakat dalam balap motor secara positif dan terorganisir.
“Kami ingin memastikan pemerintah benar-benar merakyat, hadir, dan mendengar langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Ansori di sela-sela pelepasan peserta. Kegiatan seperti ini, lanjutnya, menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung potensi lokal yang selama ini mungkin terabaikan.
Ojek Gabah sebagai Strategi Penguatan UMKM Desa
Yang menarik, Wabup Ansori melihat event ini memiliki dampak jauh lebih besar dari sekadar hiburan. Ia menyebut balap ojek gabah dapat menjadi salah satu strategi penguatan UMKM Desa.
“Event ini dapat berdampak positif bagi ekonomi masyarakat desa dengan membangun kolaborasi semua pihak. Panitia menyediakan area strategis bagi pedagang makanan, minuman, dan suvenir di sekitar sirkuit atau arena perlombaan,” jelas Wabup.
Ia menambahkan, keterlibatan produk lokal menjadi kunci. Kuliner dan produk khas Sumbawa ditampilkan untuk dibeli oleh penonton dan peserta dari luar kecamatan. Hal ini sekaligus mempromosikan kekayaan budaya dan kuliner daerah kepada pengunjung yang datang dari berbagai wilayah.
Kolaborasi dan Dampak Ekonomi
Wabup Ansori juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan komunitas. Dukungan dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispopar Sumbawa) dinilainya krusial untuk memperluas jangkauan promosi event.
Dampak positif yang dirasakan masyarakat pun nyata. Ramainya pengunjung dari berbagai desa dan kecamatan mendongkrak pendapatan harian pedagang kecil—mulai dari warung makan hingga penjual suvenir. Peningkatan perputaran uang di tingkat desa menjadi bukti bahwa event lokal mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan.
Tak hanya itu, atraksi motor modifikasi pengangkut gabah yang melaju di jalur lumpur menjadi magnet hiburan rakyat yang potensial. Keunikan ini, menurut Wabup, bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri yang patut dikembangkan.
Menyaksikan Langsung Aksi Seru
Usai melepas peserta, H. Ansori berkesempatan menyaksikan secara langsung sejumlah race yang berlangsung seru dan menantang. Deru motor, sorak penonton, dan aksi berani para pembalap ojek gabah menciptakan suasana karnaval yang menghidupkan Desa Maronge.
Kejuaraan Balap Ojek Gabah di Maronge membuktikan bahwa event berbasis kearifan lokal tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Dengan kolaborasi yang tepat antara pemerintah, panitia, dan masyarakat, tradisi balap ojek gabah bisa bertransformasi menjadi ikon promosi daerah sekaligus penguat UMKM setempat—sebuah strategi yang sejalan dengan visi pemerintahan yang merakyat dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar